67 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, SE, MM mendorong perusahaan di Kota Samarinda untuk lebih aktif melaporkan informasi lowongan kerja melalui sistem digital yang disediakan pemerintah. Langkah ini dinilai penting untuk mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dunia usaha dengan pencari kerja secara lebih cepat, tepat, dan terukur.

Pesan tersebut disampaikan Wawali saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Ketenagakerjaan bertajuk 'Samarinda Work Connect: Sinergi Data Perusahaan dan Kebijakan untuk Penempatan Tenaga Kerja yang Efektif' di Aula Kecamatan Samarinda Ulu, Rabu (21/10/2026) siang.

Menurut Saefuddin, penanganan pengangguran tidak cukup hanya dengan menyediakan informasi lowongan kerja. Pemerintah juga membutuhkan keterlibatan aktif perusahaan untuk memastikan data kebutuhan tenaga kerja yang selalu diperbarui dan sesuai dengan kondisi lapangan.


“Harapannya, melalui FGD ini, perusahaan dapat memanfaatkan sistem yang tersedia untuk mendapatkan tenaga kerja yang sesuai. Perusahaan juga diimbau aktif melaporkan lowongan kerja guna menekan angka pengangguran secara sinergis,” tegasnya.

Salah satu upaya yang diperkenalkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) adalah portal pencari kerja Tepian yang dapat diakses melalui tepian.samarinda.go.id. Platform ini dilengkapi fitur auto-matching untuk membantu mempertemukan pencari kerja dengan lowongan yang relevan berdasarkan kebutuhan perusahaan dan kualifikasi pelamar.

Saefuddin menegaskan, pemanfaatan teknologi harus diikuti dengan komitmen bersama. Data lowongan kerja yang akurat dan mutakhir menjadi faktor penting agar sistem penempatan tenaga kerja berjalan efektif, sekaligus membantu perusahaan menemukan kandidat sesuai kebutuhan.


Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ketenagakerjaan tidak semata-mata diukur dari jumlah orang yang memperoleh pekerjaan. Lebih dari itu, pemerintah perlu memastikan pekerjaan yang tersedia memberikan manfaat nyata dan memiliki keberlanjutan bagi masyarakat.

Karena itu, Saefuddin mengajak perusahaan dari berbagai sektor, termasuk perhotelan, perbankan, kesehatan, industri, dan media, untuk memberikan umpan balik mengenai kompetensi tenaga kerja lokal. Masukan tersebut diperlukan sebagai bahan evaluasi untuk menyelaraskan kebutuhan dunia usaha dengan kualitas sumber daya manusia yang tersedia.

FGD yang diselenggarakan Disnaker Kota Samarinda ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan dunia usaha untuk memperkuat sinergi data perusahaan, penyediaan informasi lowongan, serta efektivitas penempatan tenaga kerja melalui sistem digital.


Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 perusahaan lintas sektor, didukung mitra strategis, termasuk BPJS Ketenagakerjaan. Rangkaian kegiatan dirancang berlangsung secara bertahap di tiga kecamatan untuk memperluas jangkauan koordinasi dan memperkuat jejaring antara pemerintah, perusahaan, serta pemangku kepentingan ketenagakerjaan.

Melalui Samarinda Work Connect dan pemanfaatan portal Tepian, Pemkot Samarinda berupaya membangun sistem penempatan tenaga kerja yang lebih terintegrasi. Kuncinya terletak pada keterbukaan informasi, ketepatan data, dan komitmen seluruh pihak untuk memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja.

Saefuddin berharap agar kolaborasi tersebut bisa bermuara pada hasil nyata, yakni semakin terbukanya kesempatan kerja, semakin tepatnya kebutuhan perusahaan terpenuhi, dan semakin kuatnya daya saing tenaga kerja lokal. (RAW/ACL/HER/KMF-SMR | FOTO: BAY/DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Antisipasi Keterbatasan TPA Sambutan, Pemkot Samarinda Dorong Pengomposan dan Bank Sampah dari Hulu

i
Berita Sebelumnya

Andi Harun Dorong Samarinda Jadi Pusat Pendidikan Borneo, Ilmu Kampus Harus Berdampak

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar