8 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS – Kesibukan memimpin pemerintahan tidak menghentikan langkah Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun untuk berbagi ilmu di ruang akademik. Di tengah tanggung jawabnya membangun Kota Samarinda, ia tetap menjalankan peran sebagai dosen dengan menghubungkan teori, praktik, dan persoalan nyata dalam proses pembelajaran.

Pada Sabtu (24/10/2026), Andi Harun mengajar mata kuliah Politik Hukum Agraria dan Lingkungan di Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda. Perkuliahan tidak hanya berfokus pada pemahaman teori dan peraturan, tetapi juga mendorong mahasiswa menganalisis persoalan hukum secara kritis dan sistematis.

Dalam proses pembelajaran, teori menjadi landasan untuk memahami konsep dan kerangka hukum. Pembahasan kemudian dikembangkan melalui contoh kasus, sebelum dilanjutkan dengan dialog untuk menguji pemahaman, mempertemukan perspektif, dan membangun argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pendekatan tersebut mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar menghafal pasal. Mereka diajak memahami alasan di balik suatu kebijakan, mengidentifikasi aturan yang relevan, serta menimbang konsekuensi penerapannya dalam kehidupan masyarakat.


Terlebih, persoalan agraria dan lingkungan tidak hanya menyangkut aspek legalitas. Di dalamnya terdapat kepentingan masyarakat, kepastian hukum, keadilan dalam pemanfaatan sumber daya alam, hingga keberlanjutan lingkungan. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan membaca persoalan secara utuh sebelum menarik kesimpulan hukum.

Melalui pembelajaran berbasis kasus dan dialog, Andi Harun mendorong mahasiswa membangun pola pikir yang kritis, cermat, dan terstruktur. Kemampuan memahami norma harus berjalan seiring dengan kecakapan menafsirkan persoalan serta menyusun argumentasi berdasarkan dasar hukum yang tepat.

Aktivitas akademik Andi Harun tidak terbatas di UWGM Samarinda. Pada hari yang sama, ia juga melanjutkan kegiatan mengajar di Universitas Terbuka (UT) Samarinda dengan mata kuliah Praktik Peradilan Pidana dan Perdata.

Dua agenda perkuliahan tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam menjaga ruang pengabdian melalui dunia pendidikan. Pengalaman di bidang hukum dan pemerintahan menjadi bekal untuk memperkaya perspektif mahasiswa, terutama dalam memahami hubungan antara norma hukum, kebijakan publik, dan penerapannya di tengah masyarakat.


Bagi Andi Harun, ruang kuliah bukan sekadar tempat menyampaikan materi. Lebih dari itu, perguruan tinggi menjadi ruang untuk bertukar gagasan, menguji pemikiran, dan mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi persoalan nyata dengan pengetahuan serta nalar yang kuat.

Peran sebagai kepala daerah dan dosen memang memiliki tanggung jawab berbeda. Namun, keduanya bertemu pada satu tujuan, yakni memberikan manfaat bagi masyarakat. Jika pemerintahan dijalankan melalui kebijakan dan pelayanan publik, dunia akademik menjadi ruang untuk menanamkan pengetahuan, membangun daya kritis, dan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Konsistensi Andi Harun mengajar di tengah agenda pemerintahan menunjukkan bahwa pengabdian tidak hanya berlangsung di ruang birokrasi. Melalui pendidikan, ilmu dan pengalaman dapat diteruskan kepada generasi muda sebagai bekal untuk memahami persoalan, mengambil keputusan, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Pada akhirnya, membangun kota tidak hanya tentang menghadirkan pembangunan fisik dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Membangun manusia melalui pendidikan juga menjadi bagian penting dari upaya menyiapkan masa depan Samarinda. (MAF/HER/KMF-SMR | FOTO: CHRIS/DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Andi Harun Dorong Sinergi Pembangunan RS KORPRI dan Pengendalian Banjir

Berita Selanjutnya

Yang Lain di UNKNOWN1337

Tinggalkan Komentar