SAMARINDA. KOMINFONEWS – Persatuan tidak lahir dengan sendirinya. Ia tumbuh dari kesadaran untuk mengesampingkan ego dan membangun kebersamaan.
Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, SE, MM saat menerima audiensi Pengurus Kerukunan Warga Buton Lapandewa Kaindea Matanasurumba Samarinda (Keraton Kainmas), Jumat (7/8/2026) siang.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Pengurus Keraton Kainmas melaporkan perkembangan kepengurusan paguyuban yang berbasis di Jalan Anggur, Samarinda Ulu, dan sekitarnya. Mereka menyampaikan bahwa kepengurusan kini semakin kompak dan bersatu.
Dalam audiensi tersebut, pengurus menyampaikan harapan agar Keraton Kainmas dapat terdaftar dan memperoleh pengakuan secara resmi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Mereka juga ingin membangun komunikasi yang baik dan harmonis dengan pemerintah serta menjaga tali silaturahmi secara berkelanjutan.
Saefuddin menyambut baik kedatangan para pengurus. Ia mengapresiasi proses yang telah dilalui hingga seluruh elemen paguyuban dapat menyatukan langkah.

Menurut dia, persatuan merupakan embrio penting dalam membangun kekuatan sosial masyarakat. Kekompakan warga juga menjadi modal untuk bersama-sama mendukung pembangunan Samarinda di berbagai bidang.
“Memang untuk menyatukan itu bukan persoalan yang mudah. Harus punya kesadaran yang tinggi untuk membangun kebersamaan. Alhamdulillah, akhirnya bisa menyatu dan bisa meninggalkan ego masing-masing,” ungkap Saefuddin.
Ia menilai semangat kebersamaan harus terus dirawat. Setiap persoalan kata dia, sebaiknya dikomunikasikan secara baik dan bijak. Termasuk dalam membangun hubungan antara paguyuban dengan Pemkot Samarinda.
Saefuddin berharap komunikasi yang terbuka dapat menjadi ruang untuk menyelesaikan berbagai persoalan sekaligus memperkuat kebersamaan. Pemerintah dan masyarakat menurut dia, perlu berjalan beriringan untuk menjaga suasana kota tetap aman, harmonis, dan kondusif.
“Kalau komunikasi terus dibangun dengan baik, insyaallah berbagai persoalan bisa diselesaikan bersama,” pesannya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda, H. Syaparudin, S.Sos turut mengapresiasi warga Samarinda asal Buton yang tetap menjaga dan melestarikan budaya daerah asalnya.

Menurut Syaparudin, keberadaan paguyuban bukan hanya menjadi wadah silaturahmi. Lebih dari itu, paguyuban dapat menjadi ruang untuk merawat identitas budaya sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Samarinda.
Ia memastikan Pemkot Samarinda akan terus hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat sepanjang tidak berbenturan dengan agenda pemerintahan lainnya.
“Pemerintah akan terus hadir dan mendukung kegiatan masyarakat sepanjang dapat disesuaikan dengan agenda yang ada,” ujar Syaparudin.
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda Yosua Laden, S.STP, M.Si, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Ibnu Araby, M.M.Pd, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Syamsu Nur, SE, MM, serta sejumlah anggota TWAP Kota Samarinda.
Bagi Saefuddin Zuhri, pertemuan itu bukan sekadar audiensi. Ada pesan yang lebih penting: persatuan harus dirawat, komunikasi harus dijaga, dan keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun Samarinda bersama. (HER/KMF-SMR | FOTO: JIR/DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar