594 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Wakil Wali Kota Samarinda, Balai Kota Samarinda, Senin (15/6/2026). Rakornas tersebut turut membahas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang mendapat dukungan penuh dari Pemkot Samarinda sebagai upaya memperkuat pembangunan berbasis data dan pemetaan potensi ekonomi daerah.

Keikutsertaan Pemerintah Kota Samarinda melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kota Samarinda dalam rakor tersebut dibawah koordinasi kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Nadya Turisna, S.STP., M.Si. Bersama jajaran terkait, Nadya mengikuti rangkaian pembahasan yang menitikberatkan pada sinergi pengendalian inflasi daerah, dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Rakor yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tersebut diikuti pemerintah daerah se-Indonesia dan dirangkaikan dengan penandatanganan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Sinergi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 antara Kemendagri dan Badan Pusat Statistik (BPS) RI, dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan Nonton Bareng Piala Dunia FIFA 2026, serta pembahasan perkembangan inflasi nasional dan daerah.

Bagi Pemerintah Kota Samarinda, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat pembangunan berbasis data sekaligus memetakan potensi ekonomi daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.


Dalam arahannya, Tito menegaskan bahwa hasil sensus akan memberikan gambaran nyata mengenai kondisi ekonomi di setiap daerah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan.

“Sensus ekonomi itu bermanfaat untuk seluruh pemerintahan provinsi, kabupaten, dan kota agar paham tentang situasi ekonomi di daerahnya,” tegas Tito.

Ia juga mendorong seluruh pemerintah daerah untuk berperan aktif menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui dukungan sosialisasi, fasilitasi, serta koordinasi yang erat dengan BPS di daerah masing-masing. Pelaksanaan sensus sendiri berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Menurut Tito, Sensus Ekonomi 2026 merupakan statistik dasar yang menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan ekonomi dan perencanaan pembangunan di daerah. Pendataan yang dilakukan setiap sepuluh tahun sekali tersebut mencakup seluruh kegiatan usaha nonpertanian, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga perusahaan berskala besar.

Sejalan dengan arahan tersebut, Pemkot Samarinda menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Dukungan tersebut diwujudkan melalui sinergi lintas perangkat daerah, sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha, serta fasilitasi yang diperlukan agar proses pendataan berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas.

Di sisi lain, rakor juga menyoroti dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan Nonton Bareng Piala Dunia FIFA 2026 yang difasilitasi melalui kolaborasi Kemendagri dan TVRI.


Pemerintah Pusat menyoroti tingginya antusiasme masyarakat terhadap ajang sepak bola dunia tersebut dan berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan fasilitas nonton bareng. Tito menilai momentum ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berpotensi menggerakkan aktivitas UMKM dan perekonomian lokal di berbagai daerah.

Selain itu, Kemendagri turut memaparkan perkembangan inflasi nasional berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS per 2 Juni 2026. Inflasi bulanan (month-to-month) tercatat sebesar 0,28 persen. Kenaikan harga terutama dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta sektor transportasi.

Adapun komoditas yang menjadi penyumbang inflasi antara lain bawang merah, cabai merah, cabai rawit, bawang putih, dan minyak goreng.

Sementara itu, TPID Kota Samarinda terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas harga, mengantisipasi gejolak inflasi, serta memastikan berbagai kebijakan pengendalian inflasi dapat berjalan efektif di daerah.

Melalui dukungan kepala daerah beserta seluruh perangkat daerah, Pemerintah Kota Samarinda siap menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui sosialisasi dan fasilitasi di daerah. Diharapkan data yang dihasilkan dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, memperkuat perekonomian daerah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Samarinda. (VE/DON/KMF-SMR)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Sensus Ekonomi 2026: Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Samarinda Jadi Responden Pertama

i
Berita Sebelumnya

Musrenbang Tematik RKPD 2027, Pemkot Samarinda Perkuat Keterlibatan Kelompok Rentan dalam Pembangunan

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar