SAMARINDA, KOMINFONEWS – Semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi pesan utama Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, saat menghadiri Tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi ke-56 Kelurahan Lempake, Minggu (9/8/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Masjid Al Ikhlas Lempake, Perum Bumi Alam Indah atau Perum Korem tersebut berlangsung meriah dan penuh suasana kekeluargaan. Hadir dalam kegiatan itu Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri, Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) H. Syaparudin, Kabag Kesra, Camat Samarinda Utara Muhammad Joni, Plt Lurah Lempake, para lurah se-Kecamatan Samarinda Utara, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, ketua RT, LPM, PKK, Karang Taruna, serta masyarakat Kelurahan Lempake.
Rangkaian peringatan HUT RI dan Hari Jadi Kelurahan Lempake sendiri telah berlangsung sejak 1 Agustus 2026. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari perlombaan olahraga, kegiatan masyarakat, UMKM, hingga Gerakan Pangan Murah. Pada Minggu pagi, rangkaian kegiatan juga diisi jalan sehat bersama Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri beserta istri.
Dalam sambutannya, Wali Kota Andi Harun mengapresiasi antusiasme masyarakat Lempake yang mampu menggelar rangkaian kegiatan secara meriah meskipun dengan dukungan anggaran yang terbatas. Menurutnya, kemeriahan tersebut justru menunjukkan bahwa kekuatan utama pembangunan bukan semata-mata terletak pada besarnya anggaran, melainkan pada kuatnya kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat.
“Makna kemerdekaan kita itu dibangun bukan dengan perjuangan satu dua orang, tapi dibangun oleh manunggalnya, bergotong royongnya seluruh rakyat Indonesia,” ujar Andi Harun.
Ia menilai semangat tersebut sangat relevan untuk terus diterapkan dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam pembangunan Kelurahan Lempake dan Kota Samarinda. Karena itu, ia meminta agar gotong royong tidak berhenti hanya dalam momentum peringatan hari besar, tetapi menjadi budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.

“Kesuksesan sebuah negeri, termasuk di Kelurahan Lempake dan Kota Samarinda ini, tidak bisa kita raih kalau tanpa bergotong royong,” tegasnya.
Menurut Andi Harun, tantangan pembangunan saat ini justru semakin besar. Karena itu, ketika tantangan semakin besar, semangat kebersamaan dan gotong royong juga tidak boleh semakin kecil. Ia meyakini gotong royong akan melahirkan kepekaan sosial dan kebersamaan. Dari kebersamaan itulah kemudian lahir kekuatan dan ketahanan masyarakat.
“Dengan gotong royong, kepekaan sosial, kebersamaan akan melahirkan kekuatan. Kekuatan akan melahirkan ketahanan,” katanya.
Lebih lanjut, Andi Harun mengapresiasi Kelurahan Lempake yang dinilainya mampu menunjukkan contoh konkret bagaimana masyarakat dapat membangun kebersamaan melalui berbagai kegiatan. Ia menyebut rangkaian pertandingan olahraga, kegiatan UMKM, hingga kegiatan sosial yang dilaksanakan masyarakat merupakan bukti bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan kegiatan yang meriah dan memberikan manfaat. Bahkan, menurutnya, kegiatan tersebut mampu mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, masyarakat, perbankan hingga lembaga jaminan sosial.
Pada kesempatan itu, turut dilakukan simbolisasi pemberian buku tabungan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) dan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan kelompok tani Kelurahan Lempake. Andi Harun menilai keterlibatan berbagai institusi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan masyarakat tidak semata-mata menjadi acara seremonial, tetapi dapat menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dan memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Ini merupakan tidak hanya memaknai acara ini sebagai seremonial, tapi menumbuhkan kesadaran dan manunggalnya institusi-institusi pemerintah, termasuk pihak perbankan dan BPJS,” jelasnya.
Salah satu hal yang mendapat perhatian khusus Wali Kota adalah kreativitas masyarakat dalam memperingati Hari Jadi Kelurahan Lempake. Sebanyak 52 RT di Kelurahan Lempake turut berpartisipasi dalam penyajian tumpeng sebagai bagian dari perayaan tersebut. Andi Harun kemudian memberikan apresiasi kepada seluruh RT yang telah berpartisipasi. Ia menyampaikan bantuan apresiasi sebesar Rp200 ribu untuk masing-masing tumpeng yang dibuat. Ia menegaskan, apresiasi tersebut bukan semata-mata soal nilai uang, tetapi bentuk penghargaan pemerintah terhadap semangat kebersamaan masyarakat.

“Ini bukan soal jumlah uangnya. Pemerintah itu mengapresiasi karena semangat kebersamaannya. Lebih dari uang, itu yang lebih dari uang. Lebih dari sekadar hadiah,” ujarnya. Menurutnya, semangat masyarakat untuk terlibat dan memberikan kontribusi terhadap kegiatan bersama merupakan modal sosial yang sangat penting dalam pembangunan kota.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Andi Harun juga menyampaikan pandangannya mengenai keberlanjutan program pembangunan yang telah berjalan di Kota Samarinda. Ia menekankan bahwa setiap kepemimpinan seharusnya tidak serta-merta menghapus seluruh program pemerintahan sebelumnya hanya karena terjadi pergantian kepemimpinan. Menurutnya, program yang baik harus dilanjutkan, sedangkan program yang kurang baik perlu dievaluasi dan apabila diperlukan dihentikan.
“Dari saya, kepemimpinan saya tidak semuanya baik. Yang tidak baik distop, yang baik dilanjutkan,” katanya.
Dalam konteks tersebut, ia secara khusus menyinggung Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Pro Bebaya) yang selama ini menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Samarinda. Andi Harun menilai Pro Bebaya memiliki dampak langsung karena anggaran dan pelaksanaan program menyentuh masyarakat hingga tingkat RT. Karena itu, ia berharap masyarakat dapat terus menjaga dan mengawal keberlanjutan program-program pembangunan yang terbukti memberikan manfaat.
“Siapa pun besok yang menjadi calon kepala daerah, maka tentu kita berharap, dan kalau perlu ketua-ketua RT dan masyarakat membuat kesanggupan mereka untuk melanjutkan program Pro Bebaya yang betul-betul berdampak baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan hak pilih secara cerdas dan tidak menjadikan politik uang sebagai dasar menentukan pilihan. Menurutnya, kualitas pembangunan suatu daerah juga sangat dipengaruhi oleh kualitas pilihan politik masyarakat.

“Daerah itu dimulai dari kalau ada daerah yang tidak maju, dimulai dari pemilihannya yang buruk,” tegasnya. Ia mengajak masyarakat Samarinda untuk memiliki standar yang tinggi dalam memilih pemimpin, dengan mempertimbangkan kapasitas, pemahaman terhadap persoalan daerah, serta komitmen untuk melanjutkan program-program yang telah terbukti memberikan manfaat.
Sementara itu, Camat Samarinda Utara Muhamad Joni dalam sambutannya menjelaskan bahwa peringatan Hari Jadi Kelurahan Lempake telah menjadi kegiatan rutin masyarakat yang memiliki akar sejarah panjang. Ia menyebut tradisi tersebut berawal dari komunitas transmigrasi yang dahulu terbagi dalam sejumlah distrik. Dari komunitas tersebut kemudian tumbuh tradisi kebersamaan melalui kegiatan yang dilakukan secara gotong royong.
“Dulu transmigrasi ini dimulai dari tahun 70, kemudian per distrik. Dulu ada distrik Sukorejo, distrik Joyo Mulyo dan lain sebagainya. Akhirnya mereka sepakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka memperingati HUT Lempake,” jelasnya.
Menurut Joni, sejumlah tokoh transmigrasi yang masih hidup hingga saat ini tetap menjadi panutan bagi masyarakat Lempake. Joni turut mengapresiasi kepemimpinan Plt Lurah Lempake dan berharap ke depan status Plt tersebut dapat segera berubah menjadi definitif.
Sementara itu, Plt Lurah Lempake, Euis Nurfaidah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 dan Hari Jadi Kelurahan Lempake ke-56. Ia secara khusus mengapresiasi 52 ketua RT yang telah memberikan kontribusi dalam kegiatan, termasuk membawa tumpeng untuk malam tasyakuran. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

Rangkaian peringatan telah dimulai sejak 1 Agustus 2026 dan dibuka oleh Wakil Wali Kota Samarinda. Selain berbagai perlombaan dan kegiatan masyarakat, rangkaian acara juga diisi dengan Gerakan Pangan Murah yang berlangsung selama dua hari. Ia menyebut kegiatan tersebut mendapat respons antusias dari masyarakat. Berbagai kebutuhan pangan seperti minyak goreng dan beras yang disediakan dalam kegiatan tersebut habis dibeli masyarakat.
“Pangan murah semuanya minyak, beras, dan semua yang dijual itu semuanya habis. Pedagang tersenyum, pembeli juga tersenyum karena harganya murah,” ujarnya.
Selain itu, Plt Lurah Lempake juga menyampaikan bahwa Kelurahan Lempake tahun ini mendapat penghargaan sebagai Desa Cantik atau Desa Cinta Statistik. Program tersebut akan dikembangkan dengan mengangkat potensi pertanian sebagai salah satu kekuatan utama Lempake.
Sejumlah kelompok tani yang hadir pada malam itu juga menjadi bagian dari penguatan program tersebut. Mereka mendapatkan buku rekening dari BSI dan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk dukungan terhadap perlindungan sosial dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Yang kami angkat adalah pertanian. Kenapa pertanian? Karena hampir sebagian besar potensi Lempake ini adalah pertanian,” jelasnya. Ia berharap dukungan dan kolaborasi seluruh pihak dapat membawa Kelurahan Lempake semakin maju, sekaligus memberikan hasil terbaik dalam pengembangan Desa Cantik hingga ke tingkat provinsi dan nasional. (ASYA/KMF-SMR/FOTO: CRIS-DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar