BALIKPAPAN, KOMINFONEWS – Pemerintah Kota Samarinda kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Kalimantan yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan Tempo, Selasa (5/5/2026), di Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan.
Kegiatan ini memberikan penghargaan kepada 24 pemerintah daerah terbaik di Kalimantan yang dinilai unggul dalam sejumlah indikator strategis, meliputi pengendalian inflasi, penurunan kemiskinan dan stunting, penurunan tingkat pengangguran, serta inovasi creative financing. Total insentif fiskal yang disiapkan mencapai Rp320 miliar.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang hadir didampingi Plt Kepala BAPPERIDA sekaligus Asisten II Marnabas Patiroy serta Kepala BPKAD Ananta Fathurrozi, menerima langsung penghargaan tersebut. Adapun dua kategori yang berhasil diraih Pemerintah Kota Samarinda yakni Terbaik Pertama Entrepreneur Government/Creative Financing dan Terbaik Pertama Pengendalian Inflasi
Usai menerima penghargaan, Andi Harun menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari budaya kerja yang berbasis data (data-driven policy) serta kolaborasi kuat seluruh jajaran pemerintah daerah.
“Kami bekerja berbasis data agar setiap program tepat sasaran dan penggunaan APBD benar-benar berdampak. Pengendalian inflasi dan creative financing kami jalankan secara paralel dengan kesolidan tim,” ujarnya.
Ia juga mengaku pencapaian ini di luar perkiraan, mengingat banyak daerah lain yang dinilai memiliki kinerja sangat baik. Namun, kerja konsisten dan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan. Lebih lanjut, Andi Harun menjelaskan bahwa strategi creative financing di Samarinda dilakukan dengan mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“BLUD yang surplus bisa mensubsidi yang belum surplus. BUMD juga kita dorong tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan, tetapi tetap harus sehat secara bisnis. Hasilnya, beberapa BUMD yang sebelumnya merugi kini sudah berkontribusi signifikan terhadap APBD,” jelasnya.
Ia mencontohkan, salah satu BUMD mampu membukukan keuntungan hingga Rp100 miliar per tahun. Selain itu, Pemkot juga mengembangkan skema pembiayaan melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), termasuk rencana pembangunan RSUD IA Moeis bekerja sama dengan berbagai pihak pembiayaan.
Terkait insentif yang diterima, Andi Harun menyebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan dasar, khususnya sektor pendidikan dan kesehatan.
“Sesuai arahan Presiden, dana ini akan kita gunakan untuk rehabilitasi sekolah dan puskesmas. Namun yang lebih penting adalah apresiasi ini menjadi bukti bahwa kerja kolaboratif kita dinilai secara objektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (JIR/ASYA/DOKPIM-KMF)