65 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS – Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun mengingatkan para aparatur sipil negara (ASN) agar tidak sekadar menghafal hal-hal viral di media sosial, tetapi benar-benar memahami dan mengingat sumpah janji sebagai pegawai negeri sipil.

Pesan itu disampaikan Andi Harun saat memberikan sambutan usai Pengambilan Sumpah Janji PNS Tahun 2026 dan Penyerahan Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Jalan S Parman, Selasa (26/5/2026).

Sebanyak 96 orang PNS diambil sumpah dan janjinya dalam kegiatan yang dilaksanakan BKPSDM kota Samarinda.

Dalam kesempatan itu, Andi Harun menegaskan bahwa momentum pengambilan sumpah bukan sekadar seremonial administratif, melainkan tonggak awal pengabdian kepada bangsa, negara, dan masyarakat.

“Menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil itu adalah amanah. Amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, loyalitas, disiplin, serta semangat melayani masyarakat,” ujarnya.


Ia mengatakan masyarakat saat ini menaruh harapan besar kepada ASN untuk menghadirkan pelayanan publik yang profesional, cepat, adil, dan akuntabel.

Karena itu, Andi Harun meminta para ASN benar-benar memaknai sumpah yang telah diucapkan di atas kitab suci masing-masing.

“Nanti satu bulan lagi mudah-mudahan tidak lupa. Jangan cuma hafal lagu, ingat sumpah janjinya,” kata Andi Harun disambut tawa peserta.

Ia kemudian menyinggung lagu “Veronika” yang tengah viral di media sosial.

“Sekarang kalau ditanya semua pegawai pasti hafal yang sifatnya viral-viral. Tapi belum tentu bisa ingat, hafal apa yang sudah menjadi komitmen,” ujarnya.

Menurutnya, sumpah janji ASN bukan hanya formalitas, melainkan komitmen moral dan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada pimpinan, tetapi juga kepada Tuhan.


“Pegang teguh sumpah janji yang tadi saudara-saudara ikrarkan. Itu tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada pimpinan, tapi lebih tinggi di hadapan Tuhan menurut iman kita masing-masing,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Andi Harun juga menekankan pentingnya disiplin dan integritas di tengah tantangan era digital dan media sosial.

Ia mengingatkan ASN agar tidak mudah terpengaruh hoaks, menjaga etika bermedia sosial, serta menolak praktik-praktik yang melanggar hukum seperti pungutan liar dan korupsi.

“Kalau ada pimpinan memerintahkan pungli, tolak. Karena negara dan agama tidak pernah memerintahkan itu,” katanya.

Selain itu, Andi Harun turut menyinggung penerapan manajemen talenta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda yang akan menjadi dasar penilaian kinerja dan pemberian tambahan penghasilan pegawai (TPP).


Menurutnya, sistem tersebut diterapkan untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional, objektif, dan berbasis meritokrasi.

“Orang yang nilai kinerjanya sembilan tentu tidak fair kalau TPP-nya sama dengan yang nilainya tiga atau lima,” ujarnya.

Ia berharap para ASN baru mampu menjadi aparatur yang adaptif, disiplin, dan terus meningkatkan kompetensi diri demi mendukung transformasi birokrasi dan pembangunan Kota Samarinda.(DON/KMF-SMR || FOTO: AFDANI DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Jembatan Perintis Garuda Tahap III Diresmikan, Wawali: Bukti Kuatnya Kolaborasi

i
Berita Sebelumnya

Diskominfo Samarinda Gelar Bimtek E-Monev, Siapkan OPD Terbaik Menuju Penilaian Keterbukaan Informasi Tingkat Provinsi Kaltim

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar