SAMARINDA — Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan X Tahun 2026 resmi dibuka di Kampus Pusjar SKPP LAN, Jalan HM Ardans (Ringroad III), Samarinda, Selasa (5/5/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI melalui Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (Pusjar SKPP) ini akan berlangsung hingga 27 September 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti menjadi salah satu peserta dalam pelatihan tersebut, bersama sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkot Samarinda. Di antaranya Kepala BKPSDM Fiona Citrayani, Kepala Disnaker Yuyum Puspitaningrum, Kepala Bapenda Cahya Ernawan, Kepala Badan Kesbangpol Yosua Laden, serta Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Mochammad Arif Surocman.
“Bagi saya PKN TK II ini merupakan kesempatan untuk pengayaan wawasan dengan berinteraksi dengan teman-teman dari seluruh Indonesia. Peserta datang dari Aceh sampai Papua, semua terwakili,” ujar Neneng yang dalam upacara Pembukaan didaulat memimpin pembacaan Pakta Integritas peserta.
Ia menilai, pelatihan kepemimpinan ini menjadi ruang untuk tumbuh bersama, saling membangun, serta bekerja sama menjadi pribadi yang lebih baik.
“Kita juga saling mengingatkan dan memperbaiki, dengan tujuan akhirnya adalah kebaikan bersama, sekaligus membentuk komunitas pemimpin yang pembelajar dan penuh nilai etika,” tambahnya.
Menurutnya, kewajiban sebagai aparatur adalah memberikan pelayanan yang berkualitas, karena masyarakat berhak mendapatkannya.
“Melalui pelatihan ini diharapkan lahir pemimpin yang berakhlak, inovatif, dan berintegritas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pusjar SKPP LAN, Rahmat, menjelaskan bahwa penyelenggaraan PKN Tingkat II bertujuan mengembangkan kompetensi manajerial peserta dalam memenuhi standar jabatan pimpinan tinggi pratama.
“Kompetensi yang dikembangkan adalah kepemimpinan strategis, yakni kemampuan manajerial untuk menjamin terwujudnya akuntabilitas jabatan sebagaimana diatur dalam regulasi manajemen ASN,” jelasnya.
PKN Tingkat II Angkatan X diikuti sebanyak 66 peserta dari berbagai instansi, terdiri dari 34 orang Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, 6 orang dari Pemkot Samarinda, serta perwakilan dari sejumlah daerah seperti Kutai Timur, Mahakam Ulu, Paser, Berau, Tabalong (Kalsel), Mamuju (Sulbar), Murung Raya (Kalteng), hingga Maybrat (Papua Barat Daya).
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, dalam sambutannya menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif di tengah dinamika perubahan dan tingginya ekspektasi masyarakat.
“Kita berada dalam situasi penuh tantangan. Diperlukan pemimpin yang responsif, tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu memberikan solusi yang tepat,” ujarnya.
Ia berharap para peserta dapat kembali ke instansi masing-masing dengan semangat dan wawasan baru.
“Kepemimpinan tidak cukup administratif, tetapi juga membutuhkan visi dan keberanian untuk melakukan perubahan. Pemimpin harus mampu menggerakkan organisasi dan menghadirkan inovasi,” tegasnya.
Senada, Sekretaris Utama LAN RI, Andi Taufik, mengingatkan peserta untuk mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan baik.
“Karena hasil tidak pernah mengkhianati proses. Jadikan ini sebagai momentum pembelajaran sekaligus membangun jejaring kerja yang luas,” pesannya.(DON/KMF-SMR)