332 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS – Semangat menjaga lingkungan terus bergema di Kota Samarinda. Sepanjang akhir pekan, berbagai elemen masyarakat bersama pemerintah, relawan, akademisi, hingga aparat keamanan turun langsung melakukan aksi bersih sungai, pembersihan drainase, kerja bakti lingkungan, hingga penebangan pohon yang sudah tidak layak dipertahankan demi menjaga keselamatan warga.

Pada Sabtu (4/7/2026), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda melalui Kapal Karisma dan speed boat bersama Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM), mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Poltekkes, serta Polairud menggelar aksi merawat Sungai Karang Mumus (SKM).

Plt Kepala DLH Kota Samarinda, Suwarso, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berhasil mengangkat sekitar satu ton sampah dari badan sungai. Sebanyak 38 personel gabungan terlibat dalam aksi yang menjadi bagian dari upaya berkelanjutan menjaga kebersihan sungai kebanggaan warga Samarinda tersebut.

Menurutnya, kegiatan perawatan Sungai Karang Mumus saat ini hampir dilaksanakan setiap minggu oleh berbagai komunitas lingkungan, akademisi, kelompok mahasiswa, hingga organisasi masyarakat secara insidental dan sukarela.

“Ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap Sungai Karang Mumus semakin tumbuh. Sungai bukan hanya saluran air, tetapi bagian penting dari kehidupan kota yang harus dijaga bersama,” ujar Suwarso.


Ia berharap aksi bersih sungai yang terus dilakukan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat sehingga menjaga kebersihan sungai menjadi kebiasaan yang dilakukan secara otomatis tanpa harus menunggu program atau kegiatan tertentu.

Suwarso juga berharap Sungai Karang Mumus dapat kembali berfungsi optimal sebagai pengendali banjir, menjadi habitat yang sehat bagi berbagai biota sungai, sekaligus menghadirkan nilai estetika yang dapat dinikmati generasi mendatang.

Lebih jauh, ia menginginkan citra Sungai Karang Mumus berubah dari kawasan yang identik dengan pembuangan sampah menjadi beranda depan kota yang bersih, tertata, dan bahkan berkembang sebagai destinasi wisata air yang membanggakan bagi warga Samarinda.

“Sungai yang bersih mencerminkan budaya masyarakat yang sehat. Karena itu kami mengajak seluruh warga untuk berhenti membuang sampah ke sungai, mengelola limbah rumah tangga dengan baik, menjaga sempadan sungai, serta aktif terlibat dalam kegiatan gotong royong lingkungan,” tegasnya.

Semangat yang sama berlanjut pada Minggu (5/7/2026) melalui gerakan gotong royong massal yang dilaksanakan di berbagai kecamatan dan kelurahan di Samarinda. DLH bersama perangkat kecamatan, kelurahan, LPM, forum RT, organisasi masyarakat, relawan, serta sejumlah perangkat daerah lainnya berkolaborasi membersihkan lingkungan dan saluran drainase.

Salah satu kegiatan berlangsung di Jalan Gajah Mada RT 02, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota. Kerja bakti yang dimulai sejak pagi tersebut difokuskan pada pengangkatan sampah dan lumpur yang menutup drainase guna memperlancar aliran air dan mengurangi potensi genangan.


Kegiatan itu melibatkan Camat Samarinda Kota, Kasi Lingkungan Hidup Kecamatan Samarinda Kota, Lurah Pasar Pagi, jajaran ASN dan P3K kelurahan, Forum RT, PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda.

Pada saat yang sama, tim DLH juga mendampingi kegiatan kerja bakti di RT 20 dan RT 22 Kelurahan Sungai Kapih. Selain itu, dilakukan pula monitoring kegiatan pembersihan jalan masuk Perumahan Talang Sari serta rehabilitasi Mushala Al-Muttaqin bersama warga RT 3, 5, 6, 7, 29, dan 31 Kelurahan Tanah Merah.

Gerakan serupa juga berlangsung di Kelurahan Sungai Pinang Dalam. BPBD Kota Samarinda bersama unsur kecamatan, kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, ketua RT, dan warga setempat melaksanakan gotong royong membersihkan area publik di Jalan Sentosa Dalam 1.

Suwarso mengatakan kolaborasi lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa kesadaran menjaga lingkungan kini semakin kuat di tingkat masyarakat. Hampir seluruh kecamatan dan kelurahan di Samarinda bergerak bersama melaksanakan kerja bakti massal dengan dukungan berbagai pihak, termasuk DLH, PUPR, BPBD, Disdamkar, relawan, serta komunitas lingkungan.

Menurutnya, selain pembersihan sampah dan drainase, sejumlah tim juga melakukan penanganan pohon yang sudah tua dan tidak layak dipertahankan guna mengantisipasi risiko tumbang yang dapat membahayakan masyarakat.

“Upaya menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Sungai yang bersih, drainase yang lancar, ruang publik yang tertata, dan pohon yang aman merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen kota. Inilah semangat gotong royong yang terus kita hidupkan untuk mewujudkan Samarinda yang bersih, sehat, teduh, dan semakin tangguh menghadapi banjir,” pungkasnya.(DON/KMF-SMR)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Saefuddin Zuhri Gerak Cepat Kendalikan Inflasi Samarinda

i
Berita Sebelumnya

Dalam Kuliah Magister Hukum UWGM, Andi Harun: Masa Depan Kehutanan Indonesia Ditentukan Tata Kelola, Bukan Perebutan Kewenangan

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar