1592 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda menggelar Sosialisasi Penyesuaian Tarif Air Minum Tahun 2026 pada Kamis (22/01/2026), bertempat di Ballroom Hotel Puri Senyiur, Jalan Ruhui Rahayu, Samarinda. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kecamatan dan kelurahan se-Kota Samarinda, tokoh, organisasi kemasyarakatan (ormas), serta organisasi sosial lainnya.

Kegiatan sosialisasi dikemas dalam bentuk talkshow interaktif, di mana Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana, Nor Wahid Hasyim, memaparkan materi penyesuaian tarif, serta sesi bincang-bincang bersama presenter, sekaligus melakukan dialog dan tanya jawab dengan para peserta yang hadir.

Acara ini turut dihadiri oleh Asisten I Setda Kota Samarinda Marnabas Patiroy, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda Aji Syarif Hidayatullah, Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan Syaparudin, Kabag Prokompim Dinvi, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda.


Usai kegiatan, Dirut Perumdam Tirta Kencana Nor Wahid Hasyim menyampaikan bahwa sosialisasi berjalan sangat baik dan mendapat respons positif dari peserta. Ia menjelaskan bahwa penyesuaian tarif tidak akan terasa signifikan di awal periode karena adanya kebijakan pemotongan biaya administrasi.

“Sangat-sangat bagus. Masyarakat seakan-akan malah tidak merasakan adanya penyesuaian tarif pada periode-periode awal, karena adanya pemotongan di administrasi,” ujarnya.

Menurutnya, penyesuaian tarif ini memiliki sejumlah tujuan utama, antara lain untuk meningkatkan kualitas pelayanan, menutupi biaya operasional yang terus meningkat, serta mendukung target **100 persen pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Samarinda pada tahun 2029.

Nor Wahid Hasyim juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Samarinda bersama Perumdam Tirta Kencana telah menyiapkan langkah strategis berupa peresmian empat Instalasi Pengolahan Air (IPA) oleh Wali Kota Samarinda, yakni IPA Benanga 2, IPA gunung Lingai 3, IPA Tirta Kencana 7, dan IPA Brambai.


“Empat lokasi ini akan segera diresmikan. Ini merupakan bentuk langkah strategis untuk mencapai pelayanan 100 persen sekaligus menunjukkan kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih,” jelasnya.

Ia menambahkan, ke depan setiap kawasan perumahan diwajibkan memiliki **booster** air dan jaringan perpipaan internal yang menjadi tanggung jawab pengembang. Biaya infrastruktur tersebut nantinya akan dibebankan kepada unit rumah atau lahan saat dijual kepada konsumen.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait jumlah pelanggan, Nor Wahid menjelaskan bahwa saat ini Perumdam Tirta Kencana memiliki sekitar 190 ribu pelanggan berbasis meter. Dengan rata-rata satu sambungan melayani 4,2 jiwa, maka cakupan pelayanan air bersih telah mencapai sekitar 85 persen dari total penduduk Kota Samarinda.

“Tugas kita bersama, tugas pemerintah sampai tahun 2029 adalah bagaimana mengurus sisa 15 persen lagi agar bisa terlayani seluruhnya,” pungkasnya. (EFGI/ASYA/KNF-SMR)


Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Wawali Samarinda Tekankan Semangat Gotong Royong dan Pemberdayaan UMKM melalui Bantuan Baznas

i
Berita Sebelumnya

Lima Putra Terbaik Samarinda Siap Ikuti Pelatihan Nasional Operator Forklift PPSDM Migas

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar