13 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mematangkan rencana pembentukan dua Satuan Tugas (Satgas) strategis, yakni Satgas Penyelenggaraan dan Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Satgas Penetapan Isthithaah Kesehatan Jemaah Haji Tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi.

Pemantapan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin langsung Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun di Ruang Rapat Wali Kota, Lantai II Balai Kota Samarinda, Rabu (4/11/2026) siang. Rapat ini merupakan tindak lanjut pembahasan sehari sebelumnya untuk memastikan kesiapan kelembagaan, pembagian tugas, serta mekanisme kerja kedua Satgas.

Andi Harun menegaskan, pembentukan kedua Satgas harus dipersiapkan secara matang. Kejelasan peran, tanggung jawab, dan keterlibatan setiap unsur menjadi perhatian, agar pelaksanaan tugas berjalan efektif dan tidak tumpang tindih. Setelah seluruh substansi disempurnakan, draf Surat Keputusan (SK) Wali Kota akan memasuki tahap finalisasi sebelum ditandatangani dan diterbitkan sebagai landasan pelaksanaan tugas masing-masing Satgas.

Tidak hanya memperkuat koordinasi kelembagaan, Wali Kota juga mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengawasan kedua program. Ia menginstruksikan perangkat daerah terkait agar.


bersinergi menyiapkan dashboard pemantauan yang mampu menyajikan data secara terpadu, akurat, dan mudah diakses sebagai bahan evaluasi serta pengambilan keputusan. Dalam hal ini, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda diarahkan mengoordinasikan integrasi dan validasi data bersama perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangannya.

Untuk Satgas Penetapan Isthithaah Kesehatan Jemaah Haji, dashboard dirancang mencakup data jemaah, hasil pemeriksaan kesehatan, penetapan isthithaah, pembinaan, pengendalian, hingga pemetaan risiko. Sistem tersebut juga akan dilengkapi fitur Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini.

Melalui fitur ini, pemerintah dapat memantau jemaah yang belum menjalani pemeriksaan, membutuhkan tindak lanjut medis, maupun memerlukan pendampingan. Dengan demikian, proses pemeriksaan dan pembinaan kesehatan dapat dikawal lebih sistematis, tepat waktu, objektif, dan akuntabel.

Sementara itu, dashboard Program MBG direncanakan terintegrasi dengan Command Center Pemkot Samarinda. Sistem ini akan menyajikan perkembangan penyelenggaraan program, hasil inspeksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), aspek keamanan pangan, hingga pengelolaan lingkungan.

Integrasi tersebut diharapkan memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam memantau pelaksanaan program sekaligus mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan penanganan lebih cepat.


Pengembangan kedua dashboard membutuhkan komitmen seluruh perangkat daerah terkait, terutama dalam penyediaan, validasi, dan pemutakhiran data. Ketersediaan informasi yang akurat menjadi fondasi penting bagi pengawasan yang terukur dan pengambilan kebijakan yang tepat.

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri, SE, MM, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti, ST, M.Si, para Asisten, pimpinan perangkat daerah terkait, serta jajaran Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP).

Melalui pemantapan pembentukan kedua Satgas dan pengembangan sistem pemantauan digital, Pemkot Samarinda di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang terkoordinasi, responsif, dan berbasis data. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkot Samarinda untuk memastikan penyelenggaraan Program MBG dan penetapan isthithaah kesehatan jemaah haji berjalan dengan pengawasan yang lebih terarah, terukur, dan akuntabel. (VE/AUL/HER/KMF-SMR | FOTO: TOM/DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Wawali Samarinda Buka Job Fair 2026, 25 Perusahaan Tawarkan 501 Lowongan Kerja

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar