192 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS-Hari Raya Iduladha kian mendekat. Pemkot Samarinda pun tak tinggal diam. Komitmen menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok kembali ditegaskan saat Wakil Wali Kota Samarinda, H Saefuddin Zuhri, bersama jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kemendagri secara virtual dari Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Lantai III Balaikota Samarinda, Senin (18/5/2026).

Rakor nasional yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, itu menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah untuk memetakan pergerakan harga sekaligus merancang langkah antisipatif sebelum momen lebaran haji tiba.

Dalam forum tersebut, Wawali Saefuddin Zuhri langsung menyoroti satu komoditas yang masih menjadi sorotan yakni bawang merah. Harganya dinilai masih bergerak pada tren yang mengkhawatirkan. 

Wawali pun langsung meminta jajaran Bagian Perekonomian bersama instansi terkait untuk turun lapangan memantau kondisi harga secara langsung di pasar-pasar tradisional Samarinda.

“Sesuai arahan Kemendagri, saya minta Bagian Perekonomian dan seluruh jajaran terkait segera pantau langsung kondisi pasar. Lakukan secara kontinu sebagai langkah antisipasi menjelang Iduladha. Karena hal ini berkaitan erat dengan kelancaran distribusi energi dan bahan bakar,” tegas Wawali.

Tak hanya soal harga pangan, perhatian Pemkot juga diarahkan pada kelancaran distribusi bahan bakar minyak di wilayah Kalimantan Timur yang dinilai berkaitan erat dengan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting). 


Kabar baiknya, Pertamina memastikan stok BBM mulai Bio Solar, Pertamax, hingga Pertalite dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 hari ke depan, termasuk tambahan kuota guna mengantisipasi lonjakan permintaan selama momentum Iduladha.

Di sisi bantuan pangan, Kepala Bagian Ekonomi, Sekretariat Kota Samarinda, Nadya Turisna menambahkan, dari jajaran Pemkot Samarinda menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendorong percepatan penyaluran bantuan pangan (banpang) dari Bulog agar tuntas sebelum akhir Mei 2026. 

Pemkot juga mendorong penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) skala besar beberapa hari sebelum Iduladha, dengan fokus pada komoditas utama yang paling dibutuhkan warga: beras, gula pasir, dan minyak goreng.

Sebagai gerak nyata pertama, GPM dijadwalkan digelar pada 19 Mei 2026 di Halaman Rumah RT 16, Jalan P Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Samarinda.

Peran Perumda Varian Niaga turut diperkuat. Badan usaha daerah ini didorong untuk aktif menyerap hasil panen cabai lokal dari petani Samarinda guna memastikan ketersediaan stok sekaligus menahan gejolak harga di pasaran.

Pemkot Samarinda juga tak menutup mata terhadap ancaman jangka menengah. Laporan BMKG soal prediksi puncak musim kemarau pada Agustus mendatang turut dicermati sebagai bagian dari mitigasi dini terhadap potensi gangguan distribusi pangan.

Sebagai penutup rangkaian langkah konkret ini, Pemkot Samarinda dijadwalkan menggelar inspeksi mendadak (sidak) pasar pada 21 Mei 2026 sebuah sinyal tegas bahwa pemerintah hadir, bergerak, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha. (VE/FER/KMF-SMR | FOTO.JIR/DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Pemkot Samarinda Gelar Lomba Bank Sampah dan Kampung Salai 2026, Warga Diajak Ubah Sampah Jadi Cuan

i
Berita Sebelumnya

Wawali Saefuddin Zuhri Turun Langsung Gotong Royong Bersama Warga Lempake Tangani Banjir

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar