63 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS - Ada yang istimewa di Balai Kota Samarinda pada Rabu (20/5/2026) sore. Rombongan pejabat dari ujung timur Indonesia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya datang jauh-jauh bukan untuk wisata, melainkan untuk mencuri ilmu.

Program Public Safety Center (PSC) 119 Doctor On Call (DOC), layanan gawat darurat unggulan Kota Samarinda yang kini mulai dikenal sebagai salah satu yang terbaik di luar Pulau Jawa, menjadi target bagi provinsi yang terkenal dengan wisata “Raja Ampat” ini untuk belajar ke kota tepian.

Delegasi yang dipimpin Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya, dr Jan Pieter, bersama sejumlah Anggota DPRD Provinsi langsung diterima hangat oleh Wakil Wali Kota Samarinda, H Saefuddin Zuhri, di Ruang Rapat Lantai 3 Balai Kota.

dr Jan Pieter terus terang mengungkap alasan mengapa Samarinda jadi tujuan utama kaji banding mereka bukan kota lain, bukan pula ibu kota provinsi tetangga.

“Samarinda kami nilai sebagai acuan terbaik pelayanan kesehatan di luar Pulau Jawa,” tegasnya.


Sebagai provinsi ke-38 dan termuda di Indonesia, Papua Barat Daya membawahi wilayah daratan seluas 38.820 km² yang mencakup 5 kabupaten dan 1 kota, dengan 13 rumah sakit dan 129 puskesmas yang tersebar. Tantangan geografis itulah yang membuat sistem respons cepat seperti PSC 119 DOC di Samarinda dinilai sangat relevan untuk diadopsi.

Dalam sesi pemaparan, perwakilan Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), Amir Husain, membeberkan perjalanan panjang program Doctor On Call dari masa merintis hingga meraih berbagai penghargaan bergengsi tingkat nasional.

Wakil Wali Kota Samarinda, H Saefuddin Zuhri menegaskan, DOC bukan sekadar program biasa. Ini adalah komitmen nyata Wali Kota Dr H Andi Harun untuk menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, responsif, dan menyentuh langsung kehidupan warga.

“Moga-moga program ini bisa ditiru dan dijalankan di Papua Barat Daya, untuk kemaslahatan masyarakat di sana,” ujar Wawali penuh harap.

Sementara, Anggota DPRD Papua Barat Daya, Otsus Inigo Ortez tak bisa menyembunyikan antusiasmenya. Ia meyakini program yang sama akan diterapkan di wilayahnya. 


“Yang kami lihat langsung di sini, akan kami terapkan di Papua Barat Daya,” ujarnya lugas.

Ditambahkan dengan anggota legislatif yang lain, Abdul Gafur menyebut kunjungan ini sebagai momen berharga. “Kami sangat senang bisa mengadopsi ilmu dan program luar biasa ini untuk diimplementasikan di daerah kami,” tuturnya.

Dalam kesempatan sore itu, Tak hanya soal kesehatan, Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri juga memastikan para tamu pulang dengan kesan tak terlupakan dengan mengajak rombongan menikmati kuliner malam khas nasi kuning, lalu berjalan-jalan ke Citra Niaga dan Teras Samarinda, menurutnya dua ikon Kota Tepian yang selalu memukau siapapun yang datang.

Pertemuan ditutup dengan pesan yang menggugah dari Wawali menyampaikan kepada seluruh rombongan, “Laksanakanlah program yang terbaik, agar kelak dapat dikenang dengan baik oleh masyarakat.”ungkapnya. (ACL/FER/KMF.SMR| FOTO. TOM/DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Andi Harun Pastikan Kesiapan Muscab Pramuka Samarinda, Digelar Pertengahan Juni

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar