6 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS – Ada cerita nostalgia yang dibagikan Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri saat menghadiri Workshop Just Energy Transition (JET) di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, Rabu (2/9/2026).

Di hadapan peserta workshop, Saefuddin mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi peserta pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), nama yang digunakan sebelum lembaga itu berkembang menjadi BPVP seperti sekarang.

Ia bahkan masih mengingat keterampilan yang dipelajarinya saat itu, yakni menjadi welder atau tenaga pengelas pada 1987.

“Dulu, saya masih tahun ’87 masuk di BLK, BLK namanya dulu. Tapi sekarang ada BPVP, perpanjangan tangan dari pemerintah pusat,” ujar Saefuddin.

Kenangan itu bukan sekadar nostalgia. Saefuddin menjadikannya sebagai pengingat bahwa keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan dapat menjadi bekal penting dalam perjalanan seseorang menghadapi dunia kerja.

Ia pun meminta peserta memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh.


“Orang yang sungguh-sungguh ternyata Allah memberikan jalan tidak disangka-sangka,” katanya.

Pesan itu dinilai semakin relevan di tengah perubahan dunia kerja akibat transisi energi. Workshop JET yang mengangkat tema Powering the Future: The Challenges and Opportunities in the Energy Transition Era tersebut menjadi ruang untuk membahas kesiapan sumber daya manusia menghadapi pergeseran dari energi fosil menuju energi yang lebih bersih.

Saefuddin mengatakan Kalimantan Timur, termasuk Samarinda, memiliki sejarah panjang dengan sektor pertambangan dan energi fosil. Batu bara selama ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, pendapatan daerah, sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

Namun, perubahan kebijakan dan berkurangnya kegiatan pertambangan melalui RKAB menuntut adanya kesiapan baru. Tenaga kerja yang selama ini bergantung pada sektor fosil perlu dibekali kemampuan agar dapat beradaptasi dengan bidang pekerjaan baru.

“Jangan hanya mengganti teknologinya, tetapi kita juga harus memikirkan para pekerja dan masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor tersebut,” ujarnya.

Menurut Saefuddin, konsep Just Energy Transition harus memastikan perubahan menuju energi bersih berlangsung secara adil. Bukan hanya teknologi yang dipersiapkan, tetapi juga pekerja, masyarakat, serta wilayah yang selama ini bergantung pada sektor energi fosil.


Karena itu, peningkatan kompetensi melalui reskilling dan upskilling menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan tersebut.

Ia mengapresiasi langkah BPVP Samarinda yang terus membuka ruang pelatihan bagi masyarakat. Menurutnya, lembaga vokasi seperti BPVP memiliki posisi strategis untuk membantu generasi muda memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Saefuddin juga mengajak anak muda yang belum memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi untuk tidak berhenti belajar. Pelatihan vokasi, menurutnya, dapat menjadi salah satu jalan untuk membangun kompetensi dan membuka peluang kerja maupun usaha.

“Kalau bisa pelatihan sambil kuliah. Jadi kemampuan dan pendidikan sama-sama kita dapatkan,” pesannya.

Ia menegaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi perubahan tersebut. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan dan pelatihan, dunia usaha, akademisi, masyarakat, hingga lembaga internasional menjadi penting agar kebutuhan tenaga kerja ke depan dapat dijawab dengan tepat.

Sementara itu, Kepala BPVP Samarinda Eka Cahyana Adi menjelaskan, workshop JET digelar untuk meningkatkan kesadaran sekaligus kesiapan masyarakat menghadapi transisi energi menuju Net Zero Emission.

Menurutnya, perubahan menuju ekonomi hijau juga akan melahirkan kebutuhan terhadap jenis pekerjaan dan kompetensi baru. Karena itu, kurikulum dan program pelatihan perlu terus menyesuaikan perkembangan dunia kerja.


BPVP Samarinda saat ini mulai mengembangkan sejumlah pelatihan yang berkaitan dengan green jobs, termasuk energi surya. Ke depan, peluang kolaborasi juga diarahkan pada bidang kendaraan listrik, pengelolaan limbah, hingga pengembangan potensi lokal seperti batik dengan pewarna alami.

Workshop diikuti sekitar 100 peserta secara luring, terdiri dari 48 peserta pelatihan, 25 alumni BPVP, dan 25 mahasiswa. Kegiatan juga diikuti secara daring oleh peserta dari Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.

Eka menyebut BPVP Samarinda menargetkan 12.000 orang mengikuti pelatihan hingga Desember 2026. Saat ini sekitar 4.000 orang telah mengikuti pelatihan, sehingga masih terdapat ribuan masyarakat yang ditargetkan mendapat kesempatan peningkatan keterampilan.

Seluruh pelatihan diselenggarakan secara gratis melalui pembiayaan APBN. Peserta juga memperoleh sejumlah fasilitas pendukung, termasuk uang makan, pakaian kerja, sepatu keselamatan, serta sertifikat dari Kementerian Ketenagakerjaan dan BNSP sesuai program pelatihan.


Bagi Saefuddin, perjalanan dari seorang peserta BLK yang belajar menjadi welder hingga kini berdiri sebagai Wakil Wali Kota menjadi pengingat bahwa keterampilan dapat menjadi salah satu pintu menuju masa depan.

Karena itu, ia berharap para peserta tidak hanya mengikuti pelatihan untuk mendapatkan sertifikat, tetapi benar-benar membawa pulang kemampuan yang dapat digunakan untuk bekerja, berwirausaha, dan menghadapi perubahan zaman.

“Yang penting kita harus terus belajar, meningkatkan kemampuan, reskilling dan upskilling,” pesannya.

Ia pun mengajak generasi muda Samarinda melihat perubahan energi bukan hanya sebagai tantangan, tetapi juga sebagai peluang untuk memasuki bidang pekerjaan baru yang lebih berkelanjutan.

Dari pengalaman pribadinya sebagai alumni BLK, Saefuddin ingin para peserta hari ini memiliki kesempatan yang sama—bahkan lebih besar—untuk membangun masa depan melalui keterampilan yang mereka miliki.(DON/KMF-SMR || FOTO: CHAIDIR DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Diskominfo Samarinda Gelar Bimbingan Teknis Penginputan Dataset dan Metadata pada Portal SDI Tahun 2026

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar