911 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda menggelar Sosialisasi Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) pada Selasa (27/01/2026) bertempat di Ruang Command Center Diskominfo Kota Samarinda. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Samarinda dalam memperkuat tata kelola data hingga tingkat desa dan kelurahan, sekaligus menyiapkan diri menuju prestasi Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tingkat nasional.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Diskominfo Kota Samarinda, Dr. Aji Syarif Hidayatullah, M.Psi, Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto, S.ST, serta perwakilan perangkat daerah terkait, antara lain Bapperida, DP2PA, DP2KB, Dinas Sosial, Disdukcapil, dan Camat se-Kota Samarinda.

Dalam sambutannya, Kepala Diskominfo Kota Samarinda, Dr. Aji Syarif Hidayatullah, M.Psi, menegaskan bahwa Program Desa Cantik tidak semata-mata diarahkan untuk mengikuti kompetisi, melainkan sebagai role model pembenahan data yang terstruktur, akurat, dan berkelanjutan di tingkat desa dan kelurahan.

“Kompetisi hanyalah pemicu. Yang terpenting adalah bagaimana kita membangun sistem data yang benar, rapi, dan bisa dipertanggungjawabkan. Data itu bukan milik satu instansi, tetapi milik Kota Samarinda. Karena itu, kuncinya adalah kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.

Ia menyoroti bahwa selama ini pengelolaan data di Kota Samarinda masih berjalan secara parsial, sehingga belum mampu mendorong prestasi optimal dalam Program Desa Cantik. Oleh karena itu, ke depan akan dilakukan pendekatan kolaboratif dengan menunjuk satu kelurahan per kecamatan sebagai pilot project, yang akan dibina secara intensif oleh BPS dan Diskominfo.

Diskominfo, lanjutnya, siap mendukung dari sisi teknologi dengan menyiapkan aplikasi pendataan berbasis digital, termasuk pengembangan database terintegrasi, geo-tagging, dan pemutakhiran data mandiri oleh warga. Dengan dukungan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI), data kependudukan, sosial, ekonomi, hingga pendidikan diharapkan dapat terpetakan secara presisi.

“Kalau teknologi, kita tidak tertinggal. Masa untuk membangun profil kelurahan saja kita tidak mampu? Desa Cantik ini momentum untuk membenahi semuanya, agar kebijakan pemerintah benar-benar berbasis data,” ujarnya.


Dr. Aji Syarif Hidayatullah juga menekankan pentingnya database yang akurat sebagai dasar penyaluran bantuan sosial dan pengambilan kebijakan publik, guna menghindari kesalahan sasaran dan potensi permasalahan hukum di kemudian hari.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto, S.ST, dalam paparannya menjelaskan bahwa meskipun berbagai sistem pendataan telah tersedia di tingkat desa dan kelurahan, pemanfaatannya masih belum optimal akibat perbedaan standar, format, dan literasi pengelola data.

“Data sering berhenti sebagai arsip, belum menjadi dasar kebijakan. Padahal, sebagaimana disampaikan Wali Kota Samarinda, data adalah oksigen pembangunan. Tanpa data yang tunggal dan valid, kebijakan berisiko tidak tepat sasaran,” jelasnya.

Program Desa Cantik, menurutnya, hadir untuk meningkatkan literasi statistik dan kapasitas aparatur desa/kelurahan, sehingga tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga produsen data yang berkualitas. Pada tahun 2026, BPS berkomitmen memperluas pembinaan Desa Cantik di Kota Samarinda sejalan dengan Asta Cita ke-6, yakni membangun dari desa dan dari bawah.

Pelaksanaan Program Desa Cantik akan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemilihan kelurahan sasaran, pembinaan dan pendampingan, monitoring dan evaluasi, hingga penganugerahan Desa Cantik Terbaik Tahun 2026. Proses ini diharapkan mampu membangun budaya pengambilan keputusan berbasis data di tingkat paling dasar pemerintahan.

Supriyanto juga menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Kelurahan Bukit Pinang berhasil meraih peringkat dua terbaik Desa Cantik tingkat Provinsi Kalimantan Timur, yang menjadi modal optimisme bagi Kota Samarinda untuk meraih prestasi lebih tinggi pada tahun 2026.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kota Samarinda menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi lintas sektor antara BPS, perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan. Akselerasi Program Desa Cantik diharapkan mampu mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan berbasis data yang kuat, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus mengantarkan Kota Samarinda menuju prestasi Desa Cantik tingkat nasional. (DEA/ASYA/KMF-SMR/FOTO: BID5)


Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Wali Kota Andi Harun Tegaskan Pelabuhan Multipurpose Strategis Dongkrak Fiskal Samarinda

i
Berita Sebelumnya

Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BI, Wawali Ajak Terus Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar