SAMARINDA, KOMINFONEWS – Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun menegaskan pentingnya membangun politik yang bertumpu pada kepercayaan publik, bukan sekadar mengandalkan momentum pemilihan. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dan semakin terbukanya akses informasi menuntut partai politik untuk lebih dekat dengan rakyat, hadir dengan kerja nyata, serta mampu menawarkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Andi Harun saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kota Samarinda di Kartanegara Ballroom Hotel Fugo, Sabtu (8/8/2026).
Di hadapan jajaran pengurus dan kader Partai Golkar, Andi Harun menilai Musda tidak sekadar menjadi forum memilih ketua baru, tetapi juga harus mampu menentukan arah organisasi dan melahirkan komitmen terhadap nilai-nilai yang menjadi fondasi kepemimpinan di masa mendatang.
“Saya yakin Musyawarah Daerah hari ini tidak hanya akan berfungsi memilih Ketua, tapi Musyawarah Daerah hari ini akan berfungsi memilih arah, memperkuat budaya organisasi Partai Golkar,” ujar Andi Harun.
Menurutnya, kualitas demokrasi di suatu daerah turut dipengaruhi oleh kualitas partai politik. Sebagai institusi konstitusional, partai politik memiliki peran penting dalam menghubungkan aspirasi masyarakat dengan proses politik, menjadi ruang pertukaran gagasan, mengelola perbedaan, sekaligus menempa kepemimpinan.
Karena itu, ia berharap Musda XI dapat menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa Partai Golkar semakin dekat dengan masyarakat serta memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan.
Andi Harun juga menyoroti perubahan perilaku pemilih yang menurutnya semakin dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, keterbukaan informasi, meningkatnya pendidikan politik, serta kesadaran publik. Kondisi tersebut membuat masyarakat tidak lagi semata-mata menentukan pilihan berdasarkan kedekatan emosional maupun kepentingan jangka pendek.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat semakin membutuhkan pemimpin yang memiliki integritas dan mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan yang mereka hadapi.

“Pemilih semakin sadar ia membutuhkan pemimpin yang berintegritas. Ia membutuhkan kemampuan seorang pemimpin yang menghadirkan solusi pada persoalan rakyat,” tegasnya.
Dalam konteks internal partai, Andi Harun mendorong agar pengurus tidak hanya aktif menjelang momentum pemilihan. Menurutnya, kerja politik harus hadir secara berkelanjutan di tengah masyarakat dengan membangun kepercayaan melalui kerja nyata.
Ia menilai pendekatan tersebut menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan politik dengan biaya yang lebih rasional. Sebab, kekuatan politik tidak semestinya hanya dibangun melalui transaksi menjelang hari pemungutan suara, tetapi melalui kepercayaan yang tumbuh dari kerja dan kedekatan dengan masyarakat.
“Faktor-faktor elektoral sudah harus diperkuat dengan basis memperkuat kepercayaan publik,” katanya.
Lebih jauh, Andi Harun mengajak seluruh partai politik di Kota Samarinda untuk bersama-sama membangun kontestasi politik yang bermartabat. Menurutnya, setiap partai perlu berani mengevaluasi dan mengukur keberhasilan organisasinya berdasarkan kemampuan memperoleh kepercayaan masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar pembicaraan mengenai kontestasi kepala daerah tidak menjadi satu-satunya orientasi. Sebaliknya, kerja organisasi dan capaian dalam setiap tahapan demokrasi harus terlebih dahulu diperkuat.
“Jadi, saya kira Musda ini juga harus menjadi momentum untuk memikirkan bagaimana menghadapi pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah ke depan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Andi Harun turut menegaskan pentingnya perubahan cara kerja dalam politik. Ia mengingatkan bahwa apabila pola yang digunakan tidak berubah, maka hasil yang diharapkan juga akan sulit mengalami perubahan.

“Kalau cara kita tidak berubah, maka kita sulit mengharapkan hasil yang berbeda,” ungkapnya, mengutip pemikiran Albert Einstein yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pengarahan kepala daerah dan DPRD di Sentul, Bogor.
Andi Harun juga meminta seluruh kader partai untuk tidak menjadikan figur kepala daerah sebagai satu-satunya orientasi dalam menjalankan kerja politik. Menurutnya, kepala daerah dapat berganti seiring waktu, namun kecintaan dan komitmen terhadap daerah harus tetap dijaga.
“Berbeda dengan saya boleh. Tapi saya ini hanya sampai 2030. Pemimpin itu ‘come and go’. Ketika bicara di Samarinda, jangan bicara karena Wali Kotanya saya. Kepala daerah itu boleh datang dan pergi, tapi yang tidak boleh pergi itu cinta dan semangat kita pada Kota Samarinda,” tuturnya.
Di hadapan peserta Musda, ia juga menyampaikan bahwa dirinya akan terus memperjuangkan kepentingan Kota Samarinda dalam koridor pemerintahan, termasuk dalam hal dukungan pembangunan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Ia menegaskan, perbedaan pandangan dalam urusan pemerintahan tidak harus dimaknai sebagai pertentangan politik. Menurutnya, sikap kritis tetap diperlukan ketika menyangkut kepentingan dan hak masyarakat Samarinda.
“Saya hanya konsisten pada jalur pemerintahan. Waktu ribut-ribut 214 saya enggak mau terlibat karena itu urusan politik. Tapi ketika menyangkut Bangkeu, DBH, saya harus bersuara. Kalau saya enggak bersuara, siapa yang mewakili Samarinda yang bersuara?” tegasnya.
Menutup sambutannya, Andi Harun kembali mengajak seluruh elemen politik, termasuk Partai Golkar, untuk bersama-sama memberikan kontribusi terhadap kemajuan Kota Samarinda. Ia menilai kekuatan politik pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.
“Saya berharap kita semua berkontribusi pada kemajuan Samarinda,” pungkasnya. (MAF/DON/KMF-SMR | FOTO: BAY/DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar