SAMARINDA.KOMINFONEWS-Pengadaan alat pemadam kebakaran melalui Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (Probebaya) tahun 2025 terbukti berperan signifikan sebagai upaya penanganan awal dalam insiden kebakaran yang terjadi di RT 18 Perumahan KORPRI, Kelurahan Loa Bakung, Samarinda, pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 03.30 WITA subuh tadi. Meski satu unit rumah warga mengalami kerusakan akibat kebakaran, api berhasil diredam sehingga tidak meluas ke bangunan di sekitarnya.
Ketua RT 18 Perumahan KORPRI Loa Bakung, H Muchtar, dalam keterangan nya pagi tadi menyampaikan bahwa alat pemadam hasil program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda ini melalui Probebaya dapat dimanfaatkan dengan cepat saat kejadian. Menurutnya, ketersediaan alat di lingkungan permukiman menjadi faktor krusial mengingat peristiwa terjadi menjelang subuh ketika sebagian besar warga masih beristirahat.
“Pemanfaatannya sangat cepat, hanya dalam hitungan menit. Alat tersebut dalam kondisi siap pakai dan mudah diakses sehingga warga yang pertama kali mengetahui adanya kebakaran dapat segera melakukan upaya pemadaman awal,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran alat pemadam tersebut sangat menentukan dalam mencegah perluasan api. “Walaupun satu rumah tidak dapat diselamatkan karena api sudah membesar di dalam bangunan, namun semprotan dari alat pemadam berhasil menahan api agar tidak merambat ke rumah di sisi kiri dan kanan. Tanpa alat ini, potensi kebakaran meluas sangat besar,” katanya.
Dari sisi dampak sosial, H Muchtar menilai keberadaan alat pemadam mandiri meningkatkan rasa aman dan kesiapsiagaan warga. “Masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada alat seadanya sambil menunggu petugas pemadam kebakaran. Warga memiliki kemampuan untuk melakukan penanganan awal secara terorganisasi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Ikhlas I, Ronny, menegaskan bahwa efektivitas alat tersebut tidak terlepas dari kesiapan sebelum kejadian. Ia menyampaikan bahwa Pokmas memastikan alat pemadam selalu dalam kondisi siap digunakan, mudah diakses, serta dipahami pengoperasiannya oleh warga inti di lingkungan RT.
“Kami memastikan alat ini tidak hanya tersedia secara fisik, tetapi juga fungsional. Warga telah memahami pengoperasian dasar sehingga pada saat kejadian, meskipun dalam kondisi darurat dan minim pencahayaan, alat dapat langsung digunakan tanpa kendala teknis,” ujarnya.

Ronny menilai insiden ini menjadi bukti konkret bahwa alokasi dana Probebaya untuk pengadaan alat pemadam kebakaran merupakan investasi keselamatan yang strategis. Menurutnya, manfaat utama terletak pada kemampuan warga melakukan mitigasi bencana sejak fase paling awal, sehingga potensi kerugian yang lebih besar dapat dicegah.
“Peristiwa ini menunjukkan bahwa Probebaya mampu membangun ketahanan masyarakat. Warga tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi subjek yang aktif dalam upaya perlindungan lingkungan,” katanya.
Meski demikian, Ronny menekankan bahwa peran alat pemadam mandiri tidak dimaksudkan untuk menggantikan fungsi petugas pemadam kebakaran dan relawan. “Alat ini berfungsi sebagai pertolongan pertama. Penanganan lanjutan dan pengamanan tetap mengedepankan peran petugas Damkar dan relawan sebagai pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi utama,” tegasnya.
Ia menutup dengan menyatakan bahwa Pokmas Ikhlas I berkomitmen untuk terus melakukan perawatan dan pengelolaan alat pemadam agar selalu siap digunakan, serta mendorong pemanfaatan Probebaya secara tepat guna demi meningkatkan keselamatan masyarakat di tingkat lingkungan. (FER/KMF.SMR/ FOTO.ISTW)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar