22 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Bagian Ekonomi menggelar tahapan akhir seleksi calon Direktur Utama dan Direksi Perumda Varia Niaga Samarinda Periode 2023–2027 di Ruang Rapat Wali Kota Samarinda, Lantai II Balai Kota Samarinda, Rabu sore (30/9/2026).

Sesi pemungkas uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, S.T., S.H., M.Si., bersama Wakil Wali Kota H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M. Turut hadir jajaran pimpinan Pemkot Samarinda, di antaranya Asisten II Marnabas Patiroy, Inspektur Firdaus Akbar, Kepala BPKAD H. Ananta Fathurrozi, serta Kabag Ekonomi Nadya Turisna.

Tiga calon, yakni Faisal, Juliantina, dan Dadang, memaparkan gagasan dan strategi masing-masing. Setiap calon diberikan waktu lima menit untuk memaparkan materi secara bergantian, sebelum diuji melalui sesi wawancara dan tanya jawab mendalam bersama tim penguji.

1. Faisal: Fokus Penyehatan Keuangan dan Ekspansi Layanan Kapal

Faisal (53), putra daerah yang memiliki pengalaman 26 tahun di bidang perbankan dan kini menjabat Direktur Utama PT BPR Bontang, mengusung tiga komitmen utama, yakni penyehatan keuangan, peningkatan kontribusi terhadap PAD, serta penerapan Good Corporate Governance (GCG).

Proyeksi laba: Faisal menargetkan laba bersih meningkat dari Rp6,5 miliar pada 2027 menjadi Rp13,5 miliar pada 2031.

Strategi bisnis kapal: Menyoroti lini jasa kapal/tunda sebagai engine of profit yang berkontribusi sekitar 75–80 persen terhadap pendapatan, Faisal mendorong optimalisasi arus kas melalui perpanjangan jam operasional menjadi 24 jam dengan skema sewa kapal beropsi beli. Ia menegaskan investasi Rp10 miliar dari Pemkot harus disalurkan secara terukur kepada unit usaha yang paling cepat menghasilkan arus kas.


2. Juliantina: Peta Jalan Transformasi 100 Hari dan Target Profit 100 Persen

Juliantina memaparkan pembenahan pada lima sektor kunci, yakni kas dan piutang, aset, unit usaha yang belum sehat, tata kelola, serta sumber daya manusia (SDM).

Juliantina menargetkan pendapatan mencapai Rp125 miliar pada 2031 dengan laba bersih Rp14 miliar dan kontribusi PAD sebesar Rp4,5 miliar. Ia juga menargetkan seluruh tujuh unit usaha Perumda mampu menghasilkan keuntungan.

Untuk bisnis kapal, Juliantina menilai skema kombinasi sewa-beli sangat prospektif mengingat titik impas atau break-even point (BEP) kapal yang relatif cepat, yakni sekitar dua tahun.

3. Dadang: Digitalisasi Sistem dan Pemulihan Unit Usaha (Turnaround)

Dadang, praktisi perbankan syariah yang pernah berkarier di Bank Syariah Indonesia (BSI), membawa visi mewujudkan Perumda yang mandiri, profesional, dan berbasis digital.

Program unggulan: Di antaranya pembentukan Satgas Pemulihan Utang, penanganan darurat unit pakan, pemetaan aset daerah, pembentukan Cash Command Center, serta integrasi sistem.

Transformasi 2026–2031: Dadang menyiapkan peta jalan sistematis yang dimulai dari konsolidasi data pada 2026, pemulihan unit kapal, rusunawa, dan pergudangan pada 2027, optimalisasi aset idle pada 2028, hingga penerapan Early Warning System pada 2029.


Proyeksi finansial: Dadang mendorong peningkatan pendapatan dari Rp93,17 miliar pada 2027 menjadi Rp127,08 miliar pada 2031, dengan target laba Rp11,73 miliar. Dalam bisnis kapal, ia menekankan pentingnya uji kelayakan (feasibility study) dan kehati-hatian dalam skema pembiayaan agar tidak membebani arus kas.

Sesi wawancara berlangsung dinamis ketika Wali Kota Andi Harun menguji analisis para calon terhadap tantangan riil Perumda, khususnya terkait pengelolaan arus kas (cash flow) dan alokasi dana investasi sebesar Rp10 miliar.

Wali Kota menegaskan bahwa Pemkot Samarinda tidak mencari sosok birokrat yang hanya bekerja secara formalitas untuk memimpin BUMD tersebut.

"Pemkot Samarinda membutuhkan sosok eksekutif yang memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) sejati. Pimpinan yang dicari adalah mereka yang mampu membedah masalah bisnis secara presisi, jeli menangkap peluang, dan berani mengambil keputusan strategis untuk mengubah Perumda Varia Niaga menjadi mesin penggerak ekonomi daerah yang sehat dan produktif," tegas Wali Kota Andi Harun.

Proses seleksi ketat ini menjadi bagian dari keseriusan Pemkot Samarinda dalam mentransformasi tata kelola BUMD. Publik kini menantikan figur eksekutif yang akan ditetapkan dan dilantik untuk memimpin arah baru Perumda Varia Niaga pada periode mendatang. (ACL/ASYA/KMF-SMR | FOTO: ARI/DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Sekolah Terpadu Samarinda, Prasasti Pendidikan untuk Generasi Emas

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar