SAMARINDA, KOMINFONEWS – Pelantikan dan pengukuhan Pengurus Kapakat Isen Mulang Kalimantan Timur (KIMKT) periode II masa bakti 2026–2031 digelar di Ballroom Hotel Puri Senyiur, Jalan Ruhui Rahayu, Samarinda, Sabtu (11/4/2026) malam.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Warga Isen Mulang Turut Berpartisipasi dalam Pembangunan di Kalimantan Timur” dengan subtema “Melestarikan Adat dan Budaya dalam Rangka Meningkatkan Sumber Daya Manusia.”
Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, S.T., S.H., bersama istri, Hj. Rinda Wahyuni, S.Pd., turut menghadiri kegiatan tersebut. Kedatangan keduanya disambut dengan tarian adat Giring-Giring sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan. Kehadiran Hj. Rinda Wahyuni yang memiliki garis keturunan Dayak asal Kalimantan Tengah turut memperkuat nuansa kekeluargaan dalam acara tersebut.
Kapakat Isen Mulang Kalimantan Timur (KIMKT) merupakan wadah berhimpun warga Dayak asal Kalimantan Tengah yang berdomisili di Kalimantan Timur. Organisasi ini berdiri sejak tahun 2012 di Kalimantan Tengah dan mulai berkembang di Kalimantan Timur pada 22 Agustus 2013, dengan kepengurusan resmi dimulai pada periode 2019–2024.
Rangkaian acara diawali dengan penayangan sejarah terbentuknya Kapakat Isen Mulang (KIM), dilanjutkan dengan tarian “Gelang Dadas” yang dimaknai sebagai doa keselamatan dan kerap ditampilkan sebagai tarian penyambutan tamu.

Pada momentum tersebut, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, juga ditunjuk sebagai Dewan Pembina KIMKT. Ketua Umum sebelumnya dijabat oleh Ewaldus Benedictus (2019–2024), sementara untuk periode II 2026–2031 kini dipimpin oleh Firminus Mayon, A.Md.
Tokoh KIMKT, H. Viktor, menyampaikan harapannya agar organisasi ini mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah serta mengikuti perkembangan zaman. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan setinggi-tingginya, serta keterlibatan dalam bidang politik dan ekonomi tanpa meninggalkan adat istiadat dan budaya sebagai identitas.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota mengungkapkan bahwa kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan.
“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Dari zaman ke zaman, tokoh-tokoh besar lahir karena pendidikan. Maka, jika ingin menjadi bagian dari perubahan, kuncinya adalah terus belajar,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Andi Harun menegaskan bahwa KIMKT tidak hanya berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan Kalimantan Timur, tetapi juga sebagai penjaga nilai, pengawal marwah, dan benteng kearifan lokal di tengah arus modernisasi.

Ia juga menjelaskan bahwa “Isen” berarti tekad dan “Mulang” bermakna pantang menyerah, sebagai filosofi hidup yang mencerminkan semangat juang masyarakat Dayak sekaligus mengajak generasi muda untuk berani mengambil peran sebagai penggerak pembangunan.
“Kalau ingin menjadi pemain utama dan pengawal peradaban, maka satu kuncinya: sekolah, sekolah, dan sekolah,” serunya.
Andi Harun juga mengungkapkan bahwa keterlibatan masyarakat Dayak dalam politik bukan dilandasi ambisi kekuasaan, melainkan semangat untuk memberikan kontribusi autentik dalam pembangunan, agar Kalimantan tidak kehilangan arah dan jati dirinya.
“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun kebijaksanaan kolektif demi kemajuan bersama,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi momentum peneguhan amanah, penegasan jati diri, serta penguatan komitmen budaya dalam mendukung pembangunan daerah.
Turut hadir unsur pemerintah daerah terkait, organisasi kemasyarakatan, serta sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran tersebut diharapkan semakin memperkuat peran KIMKT sebagai organisasi yang adaptif, maju, dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur. (VE/ASYA/KMF-SMR | ARY/DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar