SAMARINDA, KOMINFONEWS – Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, mengikuti penilaian presentasi kepala daerah dalam rangka Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah pada dimensi penurunan tingkat pengangguran bersama tim penilai dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Tempo. Kegiatan tersebut digelar secara virtual melalui Zoom dari Ruang Rapat Wali Kota Lantai 2, Rabu (1/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota memaparkan berbagai capaian, strategi, serta arah kebijakan pembangunan Kota Samarinda. Ia didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Samarinda, Hj. Yuyum Puspita Ningrum, AP., M.H.
Tidak hanya berperan sebagai ibu kota provinsi, Kota Samarinda juga merupakan mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN). Kota ini memiliki luas wilayah sekitar 71.678,36 hektare dengan jumlah penduduk pada tahun 2025 mencapai 888.184 jiwa, serta pertumbuhan penduduk rata-rata 1,49 persen per tahun.
Dalam paparannya, Andi Harun menjelaskan bahwa dalam tiga tahun terakhir telah terjadi transformasi struktur ekonomi, dari yang sebelumnya bertumpu pada sektor pertambangan, kini bergeser ke sektor konstruksi, perdagangan, dan jasa.
“Ini menunjukkan arah pembangunan yang kita jalankan sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya.

Samarinda sebelumnya mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kalimantan sebesar 8,66 persen, serta meraih penghargaan sebagai daerah dengan capaian pendapatan tinggi dari pemerintah pusat. Namun demikian, tantangan tetap ada, terutama pada tingkat pengangguran terbuka serta dampak kebijakan efisiensi fiskal dari pemerintah pusat melalui pengurangan Transfer ke Daerah (TKD).
Di sisi lain, angka kemiskinan menunjukkan tren positif, turun dari 4,30 persen pada 2024 menjadi 3,45 persen pada 2025.
Berbagai program strategis yang dijalankan Pemerintah Kota Samarinda juga menunjukkan capaian tinggi, di antaranya:
- Perencanaan tenaga kerja daerah dengan realisasi 93,13%
- Pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja mencapai 97,07%
- Penempatan tenaga kerja mencapai 95,9%
- Program hubungan industrial dengan realisasi 98,76%
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dari 82,81 pada 2024 menjadi 83,53 pada 2025, serta berada di atas rata-rata Provinsi Kalimantan Timur.
Menanggapi pertanyaan tim penilai, Andi Harun menegaskan bahwa strategi ketenagakerjaan yang diterapkan bersifat berbasis kebutuhan pasar (market driven). Pemerintah kota terlebih dahulu mengidentifikasi kebutuhan industri, kemudian menyesuaikannya dengan program pelatihan.

Sebagai contoh, pada awal pembangunan IKN, kebutuhan tenaga kerja seperti welder dan tenaga jasa langsung direspons melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) dan lembaga profesional. Hasilnya, tingkat serapan tenaga kerja dari program tersebut mencapai lebih dari 90 persen.
Meski capaian dinilai positif, pemerintah mengakui masih diperlukan penguatan, terutama dalam memperluas jangkauan program melalui peningkatan alokasi anggaran. Selain itu, penanganan pengangguran tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Tenaga Kerja, tetapi juga memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk pendidikan, industri, dan perangkat daerah lainnya.
Seluruh program tersebut telah terintegrasi dalam dokumen perencanaan daerah, mulai dari RPJMD, RKPD, hingga APBD, guna memastikan kontribusi nyata terhadap penurunan pengangguran dan kemiskinan.
Di akhir kegiatan, Andi Harun menyampaikan bahwa pemerintah kota terus berupaya responsif terhadap berbagai situasi. Pemerintah Kota Samarinda optimistis bahwa dengan strategi yang tepat dan kolaborasi seluruh pihak, upaya penurunan pengangguran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terus ditingkatkan.
“Dengan kerja bersama, kita yakin Samarinda tetap berada di jalur yang benar dan mampu berkontribusi bagi pembangunan nasional,” tutupnya. (YAS/JUAN/ASYA/KMF/SMR | FOTO: ARY/DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar