677 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas harga serta pasokan kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, SE, MM, saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Selasa (3/3/2026), di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Lantai III Balai Kota Samarinda.

Berdasarkan rilis resmi perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari 2026, inflasi Kota Samarinda tercatat sebesar 0,56 persen (month to month) dan 5,29 persen (year on year). Kenaikan inflasi didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. 

Secara tahunan, kelompok perumahan mengalami kenaikan signifikan, termasuk tarif listrik sebesar 15,04 persen (y-on-y).

Sebelumnya, Wawali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Samarinda mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 secara virtual yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Tomsi Tohir, dan diikuti seluruh pemerintah daerah se-Indonesia.


Dalam rakornas tersebut, Tomsi Tohir menekankan pentingnya pengawasan harga dari tingkat petani, peternak, pengepul hingga pasar guna mencegah praktik spekulasi. 

Ia juga meminta daerah yang harga komoditasnya mendekati Harga Acuan Penjualan (HAP) segera melakukan pengecekan lapangan serta menjaga tren harga tetap terkendali hingga Lebaran.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kota Samarinda periode Februari 2026, harga kebutuhan pokok tercatat sebagai berikut: cabai merah besar Rp51.000/kg, cabai keriting Rp51.500/kg, dan cabai rawit Rp85.000/kg yang mengalami kenaikan pada minggu ke-IV Februari 2026. Sementara itu, bawang merah berada di angka Rp40.800/kg dengan kenaikan tidak signifikan dan masih di bawah HAP, sedangkan bawang putih tercatat Rp37.900/kg dan mengalami penurunan harga.

Fluktuasi harga terutama terjadi pada komoditas hortikultura. Namun demikian, pemerintah memastikan pergerakan harga masih dalam batas terkendali dan terus dimonitor secara rutin.

Perum Bulog Samarinda melaporkan stok pangan dalam kondisi aman hingga Lebaran, dengan rincian beras medium 7.900 ton, beras premium 296 ton, gula 42 ton, serta minyak goreng 36.672 liter. Tambahan pasokan minyak goreng sebanyak tiga kontainer dijadwalkan tiba pekan depan untuk memperkuat ketersediaan.

Kepala Dinas Perikanan Kota Samarinda, Achmad Fauzi Irawan, menyampaikan bahwa harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Selili Samarinda relatif stabil. Ikan layang bahkan tercatat turun menjadi Rp41.000/kg dengan ketersediaan mencapai 6 ton. Sebagai bentuk intervensi, pihaknya telah menggelar pasar murah sejak 9 Februari hingga 17 Maret 2026 guna membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.


Selain itu, Bagian Perekonomian Setda Kota Samarinda, Nadya Turisna, melaporkan rencana inspeksi mendadak (sidak) pada 11 Maret 2026 untuk memastikan stabilitas harga dan distribusi. Dinas Perhubungan turut diminta mengawal kelancaran distribusi angkutan barang dan pangan, termasuk realisasi subsidi BBM angkutan serta dukungan subsidi tiket pesawat menjelang Lebaran sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi.

Tak hanya itu, Saefuddin juga memberikan perhatian serius terhadap penertiban parkir di badan jalan dan pengaturan pasar tumpah. Langkah ini dinilai krusial karena kelancaran arus kendaraan sangat memengaruhi distribusi barang dan jasa yang pada akhirnya berdampak pada stabilitas harga dan perekonomian daerah.

Menutup rakor, Wawali menegaskan bahwa pengendalian inflasi memiliki tingkat urgensi tinggi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah, melainkan kerja bersama seluruh unsur pemerintah dan pemangku kepentingan, termasuk koordinasi dengan daerah penyuplai di luar Samarinda.

“Kita tidak boleh lengah dan tidak boleh jenuh. Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga stabilitas harga. Stok harus cukup, distribusi harus lancar, dan harga harus tetap wajar. Untuk menjaga daya beli masyarakat diperlukan sinergi dan kolaborasi yang solid,” pungkasnya. (DEA/VE/DON/KMF-SMR/CHRIS–DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Wawali Samarinda Terima Audiensi UKM Teater Yupa UNMUL Jelang Festival Nasional

i
Berita Sebelumnya

Safari Ramadhan, Wawali Samarinda Ajak Warga Jaga Kebersihan dan Perkuat Gotong Royong

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar