SAMARINDA, KOMINFONEWS – Pemerintah Kota Samarinda mulai memberlakukan sistem Radio Frequency Identification (RFID) pada operasional armada pengangkut sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai langkah penertiban serta penguatan pengawasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Penerapan sistem ini dipastikan langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, saat menyerahkan Kartu Pas RFID kepada perwakilan driver armada sampah DLH pada apel pagi di halaman Kantor DLH Samarinda, Jalan MT Haryono, Senin (19/1/2026).
Melalui penerapan sistem RFID ini, Pemkot Samarinda menargetkan penggunaan BBM armada pengangkut sampah menjadi lebih efisien, terukur, dan transparan. Setiap pengisian BBM tercatat secara otomatis sesuai kuota, nominal, serta rute kerja masing-masing armada, sehingga meminimalkan potensi pemborosan sekaligus memperkuat akuntabilitas pengelolaan anggaran operasional DLH.

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Samarinda mengajak seluruh pegawai di lingkungan DLH untuk senantiasa melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya disiplin kerja, baik bagi pegawai yang bertugas di kantor maupun di lapangan, serta mengimbau agar waktu kerja dimanfaatkan secara optimal.
Menutup amanatnya, Saefuddin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh jajaran DLH Kota Samarinda atas dedikasi dan kerja keras yang selama ini ditunjukkan dalam mendukung pelayanan kebersihan kota.
Ia optimistis, dengan integritas dan kapabilitas yang dimiliki, DLH mampu memberikan kontribusi yang semakin besar dalam mewujudkan Samarinda yang lebih maju, bersih, dan tertata.
Penyerahan Kartu Pas RFID ini merupakan bagian dari upaya pembenahan tata kelola penggunaan BBM operasional armada pengangkut sampah. Dengan sistem ini, proses pengambilan BBM menjadi lebih mudah karena petugas cukup melakukan tap kartu saat pengisian.

Selain lebih praktis, sistem RFID juga dinilai lebih aman, tertib secara administrasi, serta memudahkan pengawasan dan pengendalian penggunaan BBM.
Dijelaskan pula bahwa setiap kartu RFID telah dilengkapi dengan nominal dan kuota BBM yang harus digunakan sesuai ketentuan serta rute kerja masing-masing armada. Seluruh pengeluaran BBM tercatat secara digital dan dapat dipantau, sehingga tidak lagi menyulitkan petugas di lapangan maupun pengelola dari sisi administrasi.
“Ini untuk memudahkan kerja petugas sekaligus memperkuat pengontrolan. Administrasinya jelas, aman, dan tidak ribet. Alhamdulillah, DLH sudah meluncurkan Kartu Pas RFID ini,” ujar Wawali.
Ia berharap seluruh petugas DLH dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai arahan pimpinan, tetap menjaga kesehatan, serta memegang amanah dalam bekerja. Dengan kinerja yang optimal, pelayanan kebersihan kepada masyarakat diharapkan semakin meningkat dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga Kota Samarinda.

Usai memberikan arahan pada apel pagi, Wawali Samarinda juga melakukan peninjauan sejumlah fasilitas DLH, termasuk gedung di bagian belakang serta area laboratorium.
Ia menilai masih terdapat beberapa bagian gedung yang perlu diperbaiki dan disesuaikan dengan jumlah serta kebutuhan pegawai. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan yang ada.
Sementara itu, Laboratorium DLH Kota Samarinda diharapkan ke depan dapat beroperasi secara mandiri dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Apabila seluruh perizinan telah rampung dan operasional berjalan optimal, laboratorium tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda.
Laboratorium DLH direncanakan mampu melayani sekitar 21 parameter pengujian, khususnya untuk kualitas air. Saat ini, laboratorium tersebut didukung oleh sembilan tenaga kerja, dengan kemungkinan penambahan personel secara bertahap. Dari sisi sarana dan prasarana, fasilitas yang tersedia dinilai cukup memadai untuk mendukung operasional awal. (Eko/donkmf-smr | Foto: Bayu/Dokpim)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar