19 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menghadiri kegiatan rekonsiliasi penerimaan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) periode Juni–September, serta paparan pemungutan pajak daerah tahun 2026 dan estimasi realisasi bagi hasil pajak daerah untuk wilayah Kota Samarinda. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Timur, Jalan MT Haryono, Samarinda.

Rapat koordinasi yang diinisiasi Bapenda Kaltim ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, S.T., M.Si., didampingi Kepala Bapenda Kota Samarinda, Cahya Ernawan, Ak., M.Si., Kepala Bidang Pendapatan Pajak Fitria Wahyuni, S.IP., M.A., beserta jajaran. Hadir pula Sekretaris Bapenda Kaltim, Bambang Erryanto, S.Sos., M.Si., Kepala Bidang Pajak Daerah Lora Sari, S.E., M.E., serta jajaran terkait.

Sekretaris Bapenda Kaltim, Bambang Erryanto, mengungkapkan bahwa kondisi pendapatan daerah pada 2026 cukup menantang, terutama dengan adanya dinamika kebijakan Transfer ke Daerah (TKD). Kendati demikian, kondisi tersebut tidak boleh menurunkan motivasi kerja. Sebaliknya, situasi ini harus menjadi pemacu bagi seluruh jajaran Pemkot Samarinda untuk terus berpikir kreatif dan menyusun strategi guna meningkatkan pendapatan daerah.

Pada kesempatan yang sama, Bapenda Kaltim memaparkan perkembangan dan estimasi pemungutan pajak daerah tahun 2026, termasuk rincian serta perhitungan bagi hasil pajak untuk kabupaten/kota. Dalam pemaparan tersebut, disampaikan bahwa APBD Perubahan mengalami koreksi dan penyesuaian target pendapatan, termasuk pada sektor PKB, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta opsen MBLB. Penyesuaian ini dipengaruhi kondisi makroekonomi dan tantangan daya beli masyarakat, termasuk dalam kepemilikan kendaraan baru maupun kendaraan listrik.


Sementara itu, Sekda Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, menyampaikan terima kasih atas sambutan dan terselenggaranya koordinasi tersebut. Ia menyoroti kondisi pendapatan daerah yang cukup menantang sehingga diperlukan strategi optimalisasi pendapatan, disertai rasionalisasi dan pemangkasan belanja agar anggaran lebih efektif dan tepat sasaran.

Sekda juga menekankan pentingnya komunikasi dan silaturahmi yang lebih baik ant instansi. Menurutnya, komunikasi yang terbuka diperlukan agar informasi mengenai kebijakan dan data keuangan dapat disampaikan secara transparan serta meminimalkan perbedaan persepsi di lapangan. Ia juga mengingatkan pentingnya menghindari kesalahpahaman, sebagaimana diungkapkan dalam istilah bahasa Banjar, “antar anjur pender”.

Terkait pengelolaan fiskal, Sekda mengarahkan jajaran terkait untuk mengantisipasi dan menangani potensi tunggakan atau kewajiban yang perlu dikoordinasikan penyelesaiannya bersama pihak ketiga maupun instansi terkait. Meski demikian, ia menegaskan bahwa prioritas utama tetap pada pemenuhan kewajiban pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), pembayaran gaji pegawai tepat waktu, serta penyaluran insentif guru.

Menghadapi proyeksi ke depan, jajaran Pemkot Samarinda menekankan pentingnya menyikapi kondisi pendapatan dan anggaran secara objektif. Pemerintah daerah berkomitmen mengoptimalkan penerimaan daerah serta menyusun proyeksi kondisi fiskal tahun 2027 secara realistis, meskipun situasi yang dihadapi masih penuh tantangan.


Pemkot Samarinda juga mengharapkan komunikasi dan diskusi berkelanjutan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemkot Samarinda, serta instansi terkait, seperti Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Bapenda. Langkah ini diperlukan agar setiap kebijakan dan perhitungan target dapat dipahami secara transparan serta tidak menimbulkan perbedaan persepsi.

Melalui koordinasi dan antisipasi sejak dini, potensi kendala anggaran diharapkan dapat dimitigasi dengan baik melalui komunikasi intensif antarperangkat daerah. Rapat koordinasi ini ditutup dengan penyampaian apresiasi kepada seluruh tim dan jajaran yang hadir. Hasil pembahasan selanjutnya akan ditindaklanjuti secara teknis oleh tim dan bidang terkait di lingkungan Pemkot Samarinda.

Melalui kegiatan rekonsiliasi dan pemaparan tersebut, Pemkot Samarinda berharap koordinasi lintas instansi semakin erat sehingga langkah-langkah antisipatif dan strategis yang telah dirumuskan dapat berjalan optimal demi menjaga stabilitas fiskal dan mendukung pembangunan Kota Samarinda pada masa mendatang. (ACL/ASYA/KMF-SMR | FOTO: MUHAJIR/DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Andi Harun Pimpin Presentasi Tiga Kawasan, Tekankan Penataan yang Fungsional dan Berkelanjutan

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar