533 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS– Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tancap gas mematangkan peran strategisnya dalam pengembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Jelang Joint Coordinating Committee (JCC) ke-2, sinkronisasi tata ruang hingga infrastruktur jadi fokus utama.

Langkah itu dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Samarinda Neneng Chamelia Santi, Kamis (10/4) di gedung Balai Kota.

Pemkot melalui Bapperida memastikan seluruh arah pembangunan kota selaras dengan skema Tri-City Development Plan (TCDP) yang digagas pemerintah pusat melalui Bappenas.

Dalam skema tersebut, setiap daerah nantinya punya peran kunci. IKN diposisikan sebagai pusat pemerintahan (brain), Balikpapan sebagai penguat logistik dan konektivitas (muscle), Kutai Kartanegara sebagai penyedia sumber daya (fuel), dan Penajam Paser Utara sebagai penopang keberlanjutan (sustenance).

Dan Samarinda? Ditetapkan sebagai “heart” atau jantung kawasan.


Peran ini menempatkan Samarinda sebagai pusat layanan perkotaan, penggerak ekonomi, jasa, hingga simpul konektivitas regional. Artinya, Samarinda tak lagi sekadar kota penyangga, tetapi bagian vital dalam ekosistem pembangunan IKN.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Neneng Chamelia Santi, dalam arahannya menegaskan, kesiapan daerah menjadi kunci agar dokumen perencanaan mampu menjawab kebutuhan kawasan secara terintegrasi.

“Sinkronisasi ini penting agar arah pembangunan daerah sejalan dengan program strategis nasional,” tegasnya.


Sebelumnya, pembahasan teknis telah digodok dalam Technical Working Group (TWG) pada JCC ke-1 yang melibatkan lima daerah, pemerintah provinsi, Bappenas, serta JICA. Hasilnya akan dipertajam dalam JCC ke-2 agar lebih implementatif.

Pemkot kini menitikberatkan pada penyelarasan tata ruang, penguatan infrastruktur, serta penyusunan program prioritas menuju RPJMD 2027.

Tak hanya itu, peluang penguatan identitas kota juga mulai disiapkan. Samarinda didorong mengembangkan potensi unggulan seperti eco cultural tourism, mulai dari wisata sungai hingga wisata sejarah.

Dengan langkah ini, Samarinda menegaskan diri bukan sekadar penyangga, tetapi pemain inti dalam ekosistem pembangunan IKN yang terintegrasi dan berkelanjutan. (DEA/VE/FER/KMF-SMR|Jr./DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Wali Kota Andi Harun Tegas: PSU Perumahan Wajib Diserahkan, Jangan Ada yang “Disulap”

i
Berita Sebelumnya

Pemkot Samarinda Matangkan Skema WFO-WFH, Efisiensi Energi Jadi Prioritas

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar