722 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS - Pagi itu, halaman Mapolresta Samarinda dipenuhi barisan personel gabungan dari berbagai unsur. Suasana tertib dan khidmat menandai pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan Idulfitri 1447 Hijriah, Kamis (12/3/2026).

Di tengah barisan pejabat daerah dan aparat keamanan, hadir Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, SE, MM. Kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan seremonial. Ia datang sebagai representasi komitmen pemerintah daerah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama masa mudik dan perayaan Idulfitri.


Usai apel, Saefuddin Zuhri bersama Kapolresta Samarinda meninjau langsung kesiapan personel gabungan yang akan diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2026. Satu per satu barisan diperiksa. Langkah ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga stabilitas keamanan di Kota Samarinda.

Bagi Saefuddin Zuhri, momentum Idulfitri bukan hanya soal perayaan keagamaan, tetapi juga ujian bagi kemampuan pemerintah dan aparat dalam menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Ia menilai kesiapan personel serta koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama, agar arus mudik dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar.


Sementara itu, Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar saat membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bagian dari pengecekan kesiapan Operasi Ketupat 2026. Operasi ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan mudik dan perayaan Idulfitri berjalan aman dan nyaman bagi masyarakat.

Kapolresta juga mengingatkan adanya dinamika global yang berpotensi mempengaruhi kondisi ekonomi nasional dan daerah. Eskalasi global, kata dia, dapat berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak dan komoditas lainnya yang pada akhirnya memicu inflasi. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan.


“Kami mengingatkan masyarakat agar membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, kepolisian akan memaksimalkan fungsi pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Pengamanan juga akan difokuskan pada sejumlah titik konsentrasi masyarakat seperti masjid, terminal, bandara, pelabuhan, serta pusat perbelanjaan.

Kepada seluruh personel yang terlibat, Kapolresta berpesan agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. “Selamat bertugas kepada seluruh personel. Jadikan setiap penugasan sebagai sebuah kehormatan,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang akan mudik, ia juga mengingatkan agar memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan, termasuk kendaraan yang tidak dibawa. Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Polresta Samarinda menyediakan fasilitas penitipan kendaraan secara gratis di Polres maupun Polsek terdekat.


“Silakan dititipkan di Polres atau Polsek terdekat. Gratis dan kami jamin keamanannya. Setelah pulang dari mudik, kendaraan bisa diambil kembali,” tegasnya.

Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan ini menjadi pesan kuat bahwa keamanan masyarakat adalah prioritas bersama. Kehadiran Wawali Saefuddin Zuhri dalam apel tersebut mempertegas komitmen Pemerintah Kota Samarinda untuk terus berada di garis depan dalam menjaga ketertiban, stabilitas, dan kenyamanan warganya, terutama pada momentum besar seperti Idulfitri. (HER/EKO/KMF-SMR | FOTO: CHAIDIR/DOKPIM)


Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Bakti Sosial Ramadan, Andi Harun Kawal Distribusi Bantuan Beras 30 Ton

i
Berita Sebelumnya

Pemkot Samarinda Uji Kapasitas Pejabat Kandidat Sekda

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar