Hal itu terlihat saat ia menerima audiensi Persatuan Keluarga Besar Purnawirawan Kepolisian Republik Indonesia (PP POLRI) Cabang Kota Samarinda, di Balai Kota, Kamis (30/4/2026) siang.
Rombongan dipimpin Wakil Ketua PP POLRI Samarinda, AKBP (Purn) Made Anwara, didampingi Sekretaris Kompol (Purn) Hardi, SH. Audiensi ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pelaporan kepengurusan baru masa bakti 2026–2030 yang beranggotakan sekitar 40 pengurus dan 300 anggota.
Dalam pertemuan tersebut, Made Anwara menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Meski telah purnawirawan, semangat pengabdian tetap terjaga.
“Kami siap berkontribusi. Semangat kami masih kuat untuk ikut menjaga kondusifnya Kota Samarinda,” ujarnya.
Selain itu, PP POLRI juga melaporkan rencana perayaan Hari Ulang Tahun ke-27 pada 30 Juni 2026 mendatang, sekaligus mengundang Wali Kota untuk hadir. Mereka juga menyampaikan kebutuhan akan sekretariat guna menunjang aktivitas organisasi.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Andi Harun menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan komitmen para purnawirawan polisi. Ia menegaskan, kemajuan daerah tidak lepas dari komunikasi yang terbangun dengan baik antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kita bersyukur komunikasi di Samarinda semakin kuat dan harmonis, baik dengan POLRI maupun TNI. Bahkan banyak daerah belajar dari pola komunikasi yang kita bangun hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan,” tegasnya.
Wali Kota juga menyatakan dukungan terhadap rencana perayaan HUT PP POLRI. Ia menilai keberadaan organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah menjaga stabilitas keamanan daerah. Sementara terkait permohonan sekretariat, akan dikaji lebih lanjut oleh pemerintah kota.
Lebih jauh, Andi Harun mengingatkan pentingnya kewaspadaan di tengah perkembangan media sosial (medsos). Ia menilai potensi disinformasi dan upaya adu domba harus diantisipasi bersama.
“Kalau informasi itu konstruktif, tentu kita terima. Tapi jika bertujuan memecah belah dan meningkatkan kebencian publik, maka harus kita waspadai bersama,” ujarnya.
Ia juga mendorong adanya penguatan pembinaan di bidang siber untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari pengaruh negatif yang berpotensi merusak persatuan.
Melalui pertemuan ini, Wali Kota kembali menunjukkan kepeduliannya dalam merawat komunikasi lintas sektor sebagai fondasi utama menjaga stabilitas dan mendorong pembangunan Kota Samarinda yang berkelanjutan. (HER/EKO/KMF-SMR | FOTO: ARY/DOKPIM)