928 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS - Darma Wanita Persatuan (DWP) Kota Samarinda melaksanakan pertemuan rutin yang kali ini berlangsung di Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, Kamis (11/1/2024) pagi. Pada kegiatan ini diisi dengan pemaparan "Cara Mendidik Anak dan Menyikapi Berita Hoax di Era Digital" oleh Kepala Diskominfo Kota Samarinda, Dr Aji Syarif Hidayatullah SSos MPsi (biasa disapa Dayat).

Nyonya dr Hj Sri Puji Astuti mengawali acara dengan memberi arahan singkat, selaku penasihat sekaligus mewakili Ketua DWP Kota Samarinda. Dalam arahannya, istri dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Ir H Hero Mardanus Satyawan MT ini menyampaikan, agar anggota DWP Kota Samarinda dapat aktif dalam melaksanakan berbagai program dan kegitan dari DWP Kota Samarinda, terutama dalam menunjang karir para suami.


Menurutnya DWP yang merupakan organisasi beranggotakan para istri ASN, sehingga juga harus mampu menunjang kinereja para suami sebagai abdi negara. Dapat memahami bidang tugas atau tanggung jawab yang diemban para suami, menjadi teman berdiskusi dan dapat membantu meringankan atau bahkan mampu memberi solusi dari suatu permasalahan yang dihadapi suami dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. 

Ketua Komisi 4 DPRD Kota Samarinda ini juga menekankan peran utama sebagai ibu rumah tangga yang juga tidak boleh terlupakan, mampu mengelola keluarga dengan baik. Menjadi istri sekaligus ibu yang cerdas dalam mendukung karir suami, serta mampu mengawasi dan mendidik anak-anak sehingga kelak mampu menjadi generasi emas Indonesia.


Selanjutnya pemaparan "Cara Mendidik Anak dan Menyikapi Berita Hoax di Era Digital" disampaikan oleh Aji Syarif Hidayatullah. Di era digital ini, menurutnya para orang tua harus bisa membuka dan menyesuaikan diri dengan berbagai kemajuan teknologi. Sebab lanjutnya, perkembangan atau perubahan zaman itu akan terus berjalan. Sebagai orang tua, maka harus memiliki juga pengetahuan tentang kemajuan-kemajuan teknologi terutama berkaitan dengan infomasi digital yang saat ini memang sudah menjadi hal utama dalam keseharian, terutama bagi para generasi muda.


Segala informasi dapat dengan mudah diperoleh melalui media digital, dapat diakses kapan saja dan dimana saja selama ada jaringan internet, peralatan pengaksesnya pun semakin canggih. Dari bentuk yang semakin sederhana (kecil dan mudah diwaba kemana-mana) seperti Smartphone (HP), laptop, tablet namun memiliki teknologi luar biasa maju.

Pentingnya pemahaman orang tua terhadap era digital menjadi sangat penting, sebab orang tua dituntut untuk mamapu mengawasi dan mendidik anak-anak dengan baik. Kemajuan dan berbagai kemudahan dalam mengakses informasi tersebut, harus dapat diawasi dan difilter, sebab tidak semua informasi itu berdampak positif. Banyak faktor yang berpengaruh, tidak sekedar informasi itu benar atau hoax tapi juga menyangkut batasan umur bagi penerima informasi tersebut dan lainnya.


Ketergantungan anak-anak saat ini kepada gadged, juga merupakan masalah yang sering dihadapi oleh para orang tua. Anak-anak sekarang seolah tak bisa lepas dari HPnya, baik itu dipergunakan untuk bermain game ataupun menonton youtube. Anak-anak jadi lupa waktu bahkan malas belajar, mereka juga akhirnya kurang berosialisasi secara langsung, baik kepada teman bahkan kepada sesama anggota keluarga yang masih satu rumah.

Dayat menjelaskan hal ini sebenarnya juga tidak lepas dari kurangnya rasa tanggung jawab dari orang tua, yang terbiasa mencari jalan mudah untuk tidak direpotkan dengan urusan-urusan diluar pekerjaannya. Anak dibiarkan asyik dengan gadgednya agar orang tua dapat menyelesaikan pekerjaan atau kegiatannya sendiri.


Harusnya lanjut Dayat, orang tua mampu memberikan batasan-batasan dan aturan tegas dalam mempola keterbiasaan tersebut. Aturan tegas itu dapat disampaikan dengan cara atau teknik yang secara tidak langsung, sebab saat ini terutama kepada anak-anak remaja apalagi sudah usia SMP, SMU dan Kuliah akan sangat sulit diterapkan cara yang "keras" dalam pola mendidik mereka.

Sebenarnya pola ini harus diterapkan sejak dini, sejak usia dimana anak sudah mulai memiliki ketertarikan terhadap gadged, sejak mereka usia belum sekolah hingga usia 12 tahun. Kebiasaan sejak kecil itu akan tertanam kuat dalam diri anak-anak, jadi jika sudah terbiasa dari kecil hingga usia 12 tahun, maka setelah usia 12 tahun tersebut, anak-anak biasanya akan memprogram kebiasaan atau perilakunya sesuai dengan kebiasaannya sejak kecil. Kalaupun ada perubahan, itu lebih pada penyesuaian usia dimana mereka mulai beranjak dari usia anak-anak ke usia remaja dan seterusnya menuju usia dewasa.


Mengenai cara menyikapi informasi atau berita hoax, Dayat memberikan tips sederhana kepada para ibu-ibu DWP Kota Samarinda, Ia mejelaskan, jika mendapat informasi atau suatu berita, baik itu melalui medsos atau link berita online atau konten-konten berupa foto, vidio bahkan audio, jangan buru-buru ikut membagikan. Cek dulu, cari info dari berita tersebut dengan menelusurinya diinternet. Biasa paling banyak digunakan adalah google, maka ketik hal mengenai informasi atau berita tersebut dikolom pencarian google. Baca tentnag informasi atau berita yang beredar tersebut dari berbagai sumber yang diberikan oleh mesin pencari google ini, nantinya kita akan tau benar atau tidaknya suatu berita yang tadinya kita dapatkan.


Dayat juga memberikan tips jitu dan mudah lainnya, seperti penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau biasa juga dikenal dengan sebuttan kecerdasan buatan. Dengan teknologi AI terang Dayat, ibu-ibu dapat bertanya atau mencari informasi apapun dan akan langsung dijawab oleh AI tersebut. Penggunaannya mudah hanya perlu menyesuaiakan jenis atau fungsi AI tersebut sesuai kebutuhan. Jadi ibu-ibu tinggal menuju laman AI yang sesuai dengan kebutuhan ibu-ibu.

Untuk menyegarkan suasana disela pemaparannya, Dayat juga mengajak ibu-ibu bermain game. Game dimana Dayat mampu menebak apa yang ada dalam pikiran peserta game tersebut. Untuk diketahui selain betugas sebagai Kadiskominfo Kota Samarinda, Dr Aji Syarif Hidayatullah SSos MPsi juga merupakan seorang motivator, konseling, pembicara dan dosen di Universitas Widyagama Mahakam. Ia juga memiliki keahlian dalam bidang hipnotis/hipnoterapi bahkan mempraktikan permainan sulap, sehingga suasana pemaparannya menjadi terasa lebih asyik dan menarik.


Dayat juga menyempatkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh ibu-ibu dari DWP Kota Samarinda. Sebelum mengakhiri kegiatan, Sri Puji Astuti menyerahkan bingkisan dari Diskominfo Kota Samarinda kepada peserta yang memberikan pertanyaan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. (MAF/KMF-SMR)

Wali Kota Dukung Penuh Desain Ruang Publik "Embracing The Sun" di Samarinda, Masyarakat Dilibatkan dan Pemerintah Siap Mendukung

Berita Sebelumnya

Pemkot Berlakukan Car Free Day Tiap Minggu di Jalan Kesuma Bangsa

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Informasi OPD

Tinggalkan Komentar