417 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS-Wali Kota Samarinda DR H Andi Harun melakukan dialog interaktif bersama TVRI Kaltim via virtual Kamis (25/1/2023) sore dari gedung Balai Kota.

Tema yang diangkat sore itu terkait percepatan proyek terowongan gunung Manggah, dimana selain wali kota hadir pula narasumber dari Pengamat Perkotaan Universitas Mulawarman, Pandu K Utomo. Dialog interaktif membahas tentang Terowongan ini berlangsung selama satu jam kedepan.

Dalam paparannya, Wali Kota Andi Harun mengakui polemik penghentian sementara yang sempat terjadi belum lama ini antara Pemkot dan Pemprov Kaltim pada pembangunan terowongan Samarinda, segmen Jalan Kakap bisa menjadi pembelajaran bagi Pemkot. Dimana kejadian tadi menjadi sarana untuk belajar terhadap dinamika yang sebelumnya tidak diperkirakan. 


Sehingga menurut Wali Kota kedewasaan dalam merencanakan sesuatu menjadi penting saat ini dalam menghadapi tantangan untuk  menentukan kebijakan publik.

“Kami juga mengapresiasikan atas kiritikan yang sudah masuk ke pemerintah sehingga kami bisa mengetahui cara kita dalam melihat sesuatu,”kata Andi Harun.

Dia mengatakan, jika saat ini pekerjaan terowongan segmen jalan kakap sudah berjalan kembali. Persoalan yang berkaitan dengan prosedural, akan diselesaikan Pemkot Samarinda dalam waktu dekat, diantaranya gambar perencanaan dan juga Amdal.

Ia pun menargetkan proyek terowongan tadi bisa selesai dan diresmikan pada bulan November mendatang. Oleh karena itu, saat ini pelaksanaan dilapangan dilakukan secara terukur dengan bekerja dari dua sisi, baik dari segmen jalan Alimudin maupun segmen jalan Kakap agar kedua sisi tadi bisa bertemu ditengah sesuai dengan target waktu yang ditentukan.


“Ini terowongan pertama di Indonesia yang dibangun Pemda lewat dana APBD 

Dengan kajian yang sangat panjang. Intinya standing point dari masalah ini kita ingin melihat proyek terowongan ini bisa berjalan sukses dan demi kepentingan masyarakat luas,”ungkap Wali Kota.

Sementara, Pengamat Perkotaan Unmul, Pandu K Utomo menambahkan, jika permasalahan yang terjadi antara Pemkot dan Pemrov merupakan dinamika sebuah kebijakan pemerintahan.

Menurutnya, Wali Kota sudah melakukan apa yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin daerah, hingga akhirnya permasalah bisa selesai dan proyek bisa kembali berjalan sebagaimana mestinya.

Intinya dia melihat proses perencanaan dari proyek terowongan yang tengah dibangun ini sangat detail hingga target perencanaan juga sangat baik.

“Kalau pun terjadi sedikit permasalahan sebenarnya lebih ke administrasi saja. Dan saya akui Ini proyek berani untuk itu masalah administrasi tidak boleh dikesampingkan,”sarannya. (CHA/JIR/KMF-SMD)

Keluarga Kawanua Samarinda Sampaikan Undangan ke Wali Kota Andi Harun

Berita Sebelumnya

Isra Miraj di Kampung Kanas, Wawali Ajak Masyarakat Sukseskan Pemilu Damai

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar