9270 Kali

Wakil Wali Kota Samarinda, Dr H Rusmadi memimpin Rapat Persiapan Pembinaan Strata Sekolah Sehat Tahun 2022 di ruang Sembuyutan Lt.III Balai Kota Samarinda, Senin (25/07/2022). 

Dalam kesempatan ini Rusmadi  menyampaikan bahwa peserta rapat bertemu dalam rangka membicarakan upaya bagaimana agar sekolah-sekolah di Samarinda memiliki UKS dengan strata paripurna. 

"Dan saya kira sejumlah langkah sudah kita lakukan. Tetapi kita harus terus memantapkan diri untuk terus bekerja secara terukur. Dan hari ini kita rapat adalah dalam rangka langkah efektip yang kita lakukan supaya UKS-UKS dengan strata tinggi bisa terwujud," ujar Rusmadi saat membuka rapat.

Dalam rapat yang dihadiri juga oleh Kabag Kesra Pemerintah Kota Samarinda Kumarul Zaman, ketua sekretariat Tim Pembina UKS, dan para anggota pengurus TP UKS ini disepakati beberapa.langkah dalam meningkatkan kualitas strata UKS di Samarinda, diantaranya dengan mengadakan kunjungan ke sekolah yang ada di kecamatan-kecamatan.


Menurut Wawali Rusmadi, melakukan kunjungan dalam pembinaan ke sekolah-sekolah sangatlah penting. Hal ini dalam rangka mewukudkan sekolah sehat yang ada di kecamatan-kecaman se-kota Samarinda. Dan ini sudah mulai berjalan.

Ia juga mengingatkan agar bagaimana membuat sekolah itu bersih, sehat dan nyaman tanpa ada beban dan tanpa ada tekanan. Jadi terbangun suasana atmosfer yang begitu alami.

"Artinya, dalam kaitannya dengan kunjungan kita ke sekolah-sekolah juga, kita hindari bahasa-bahasa yang sifatnya tekanan. Karena kurikulum merdeka ini harus membebaskan semua pihak dari yang namanya tekanan. Kita ingin bahwa kebutuhan sekolah yang sehat dan sekolah yang merdeka itu adalah memang tumbuh dari semua pihak," jelas Wawali. Dia juga menyampaikan bahwa pesan dari menteri pendidikan agar  kurikulum itu bebas merdeka. 

"Tentunya bebas merdeka yang bertanggung jawab," tegas Rusmadi. Dia menekankan pentingnya beberapa hal dalam menyamakan langkah membina UKS supaya memiliki strata yang paripurna yakni yang pertama adalah penting untuk menyamakan persepsi atau pemahaman.

"Untuk kita, tim yang akan melakukan kunjungan diberikan panduan, paling tidak deskripsi dalam rangka memastikan kita memiliki pemahaman yang sama. Misalnya dengan adanya buku pegangan bacaan pendidikan kesehatan. Begitu juga untuk yang lainnya," lanjut Rusmadi.


Yang kedua menurut Rusmadi hal ini merupakan kerja bersama. Semua pihak yang terkait dengan upaya menciptakan sekolah sehat harus dilibatkan. Tidak boleh  dinas pendidikan melakukan sendiri, karena untuk membentuk sekolah sehat ini adalah tanggung jawab semua.

"TP kecamatan harus hadir saat kita melakukan kunjungan di kecamatannya. Yang kedua kepala puskesmas juga harus hadir. Kemudian pengawas yang bertanggung jawab terhadap semua aspek pendidikan, karenanya harus dilibatkan,"papar Rusmadi lagi.

Mengenai pengaturan jadwal kunjungan, nantinya akan dilakukan oleh koordinator wilayah yang sudah dibentuk. Namun sebelum berkunjung tim akan meminta kecamatan mengidentifikasi sekolah di wilayah mereka. Meski saat ini belum semuanya terdata, namun paling tidak ada semacam evaluasi mandiri dari kecamatan terkait dengan sekolah-sekolah di lingkungannya, mana yang masuk dalam 4 strata ini.

Sebagaimana diketahui, sekolah sebagai wiyatamandala perlu memiliki lingkungan kehidupan sekolah yang mencerminkan hidup sehat, menjamin berjalannya proses belajar mengajar serta menciptakan kondisi yang mendukung agar tercapainya kemampuan hidup sehat, khususnya bagi peserta didik. 

Program Usaha Kesehatan Sekolah di selenggarakan melalui tiga program pokok UKS (Trias UKS), yakni Pendidikan Kesehatan, Pelayanan kesehatan dan Pembinaan lingkungan sekolah sehat. Didalam Trias UKS, UKS tersebut dibagi dalam beberapa strata, mulai dari strata minimal sampai strata paripurna. (EKO/ASYA/KMF-SMR)

Samarinda Menuju Bebas BABS, Implementasikan Permenkes No 3

Berita Sebelumnya

Kemendikbud Luncurkan Program Merdeka Belajar, Wawali Dukung BPMP

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar