4904 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS- Ratusan Kepala Sekolah SD (Sekolah Dasar) dan Masrasah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda mengikuti life manajemen training dalam peningkatan kapasitas ketua tim pelaksana UKS (Usaha Kesehatan Sekolah).

Kegiatan yang berlangsung di ballroom Hotel Royal Park jalan Sentosa, Senin (15/6/2022) pagi ini dibuka Wakil Wali Kota Samarinda Dr H Rusmadi.

Kepala Disdikbud Samarinda Dr Asli Nuryadin dalam laporannya mengatakan, training ini diikuti sebanyak 223 Kepala Sekolah (Kepsek) baik dari Sekolah Dasar Negeri dan Swasta termasuk didalamnya ada Madrasah. Tujuan dari training tersebut ia jelaskan agar Kepsek bisa lebih inovatif dan kreatif dalam andil menaikan penilaian strata UKS.

“Harapannya semoga hasil dari training hari ini sekolah dan puskesmas bisa intens berkolaborasi dan berkoordinasi dalam melakukan layanan kesehatan di lingkungan sekolah dengan melakukan rekam kesehatan anak-anak didik. Dalam waktu dekat training yang sama juga akan kita lakukan untuk kepala sekolah SMP,” kata Asli.

Sehingga sambung dia, mulai saat ini pihak sekolah sudah bisa mengoptimalkan  untuk membuat rapot kesehatan siswa dan siswi sebagai instrument penting dalam dunia pendidikan.

Sementara Wawali Samarinda Dr Rusmadi menyambut positif training yang digelar Disdikbud tadi. Karena menurutnya untuk memajukan program sebuah sekolah harus dimulai dengan training terlebih dahulu.


“Saya memandang training hari ini menjadi bagian penting untuk kepala sekolah, karena selain menjadikan sekolah sehat, bersih dan nyaman, sekolah juga harus mampu menciptakan anak didik yang berkarakter luar biasa,” kata Wawali mengawali pidatonya.

Menurut dia, sekolah merupakan garda terdepan untuk  membentuk karakter anak, mulai dari tingkat PAUD hingga Sekolah Menengah Atas.

Karena pada umumnya anak-anak biasanya lebih menurut dengan intruksi  gurunya dari pada orang tua di rumah.

“Jadi saya minta, baik guru maupun kepala sekolah harus memberikan contoh positif, kalau ada sampah yang tercecer jangan malah dibebankan ke cleaning service atau petugas kebersihan. Melainkan kepala sekolahnya bisa turun tangan langsung untuk memungut. Karena saya jamin memungut sampah yang tercecer tidak menurunkan martabat seorang kepala sekolah,” pungkas Wawali didampingi Wakil Ketua TP PKK Samarinda Hj Herli Warsita Rusmadi.

Terkait UKS sendiri, mantan Sekdaprov Kaltim ini memasang target untuk tahun depan tidak ada lagi sekolah yang UKS nya masuk kategori minimal. Untuk itu pentingnya pesan dia melengkapi aspek dalam mendukung UKS agar bisa naik kelas. Seperti ia merincikan aspek lingkungan sekolah harus bersih, aman dan nyaman. 

Lalu aspek pendidikan, adanya kurikulum atau penyuluhan tentang pedoman gaya hidup bersih dan sehat. Terakhir aspek kesehatan itu sendiri. disini Wawali minta peran pimpinan puskesmas sangat penting untuk sering berkunjung ke sekolah melihat dan mengontrol kesehatan anak didik.

“Saya pesan usai training hari ini harus segera diimplementasikan di lingkungan sekolah. Setidaknya ketika saya berkunjung nanti tidak ada lagi keluhan dari kepala sekolah tentang toilet dan pagar. Harapannya semua bisa teratasi dengan caranya masing-masing secara transparansi. Kita harus optimis kedepan sekolah di Samarinda bisa mencapai 20 persen UKS paripurna,”ungkapnya mengakhiri. (CHA/ASYA/KMF-SMP)

Keterbatasan SDM di Kelurahan Tidak Bisa Dijadikan Alasan Dalam Pelayanan PPID

Berita Sebelumnya

Harganas di Sungai Pinang Bertabur Doorprize, Hendra: Jadikan Keluarga Sebagai Kekuatan Membangun Kota

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar