735 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS - Bentuk keseriusan Pemerintah Kota Samarinda dalam percepatan penurunan kasus stunting di kota Samarinda, untuk kesekian kalinya Wakil Wali Kota Samarinda Dr H Rusmadi memimpin langsung forum pertemuan dan kali ini Sosialisasi Tim Audit Kasus Stunting kota Samarinda.

Bentuk keseriusan juga dalam kesempatan itu dilakukan penandatangan pernyataan komitmen dan bebas benturan kepentingan oleh Tim Audit Kasus Stunting kota Samarinda yang secara simbolis dilakukan Wawali Rusmadi, ketua TP PKK Hj Rinda Wahyuni Andi Harun dan kepala DPPKB I Gusti Ayu Sulistiani.

“Terima kasih kepada ibu ketua Tim Penggerak PKK (Rinda Wahyuni Andi Harun, red) yang langsung hadir pada sosialisasi hari ini. Kehadiran ini memberikan perhatian luar biasa dalam kita bersama-sama menurunkan kasus stunting di kota kita,” ucap Rusmadi dalam sambutannya pada sosialisasi garapan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (DPPKB) yang digelar di Ruang Mangkupelas Balaikota secara tatap muka dan juga daring, Jumat (24/6/2022).


Rusmadi mengatakan dalam pertemuan sebelumnya bahwa upaya percepatan penurunan kasus stunting bagaimana terlebih dahulu memiliki berbagai data-datanya.

“Stunting adalah persoalan serius yang harus secara khusus ditangani. Seperti bagaimana pentingnya bangsa ini memerangi persoalan narkoba, radikalisme, terorisme hingga disintegrasi bangsa. Stunting juga persoalan besar yang dihadapi bangsa, karena dampak dari stunting akan membawa akibat yang serius. Bukan hanya fisik anak tapi juga perkembangan otaknya. Yang kita harapkan anak bangsa lahir sehat, cerdas, Insya Allah bertakwa memiliki kepribadian mulia kelak menjadi pemimpin bangsa,” ucap Rusmadi yang juga Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting kota Samarinda.

Ia mengungkapkan pemerintah pusat telah menetapkan target 14 persen kasus stunting di tahun 2024, sementara Samarinda saat ini dalam posisi 21 persen.


“Berbicara masalah stunting, persoalan-persoalannya tidak terlepas dari gizi, persoalan pola makan, persoalan pola asuh, persoalan ASI. Persoalan-persoalan stunting terkait dengan kesehatan, terkait masalah pendidikan. Apakah keluarga ini memiliki pengetahuan yang cukup atau tidak bagaimana bisa melahirkan anak-anak yang sehat dan kelak tumbuh cerdas,” ucap Rusmadi dihadapan OPD terkait dan Camat se kota Samarinda di ruang utama.

Ditambahkan Rusmadi berdasarkan data tahun 2021, ada sebanyak 79.147 kategori keluarga berpotensi resiko stunting. Adapun kelompok sasaran berisiko stunting meliputi calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas dan baduta dan balita.

“Data-datanya sudah jelas. Tinggal bagaimana kita melakukan aksi nyata, yang mana pada hari ini kita lakukan sosialisasi  tim audit kasus stunting, dan penandatangan komitmen tim audit kasus stunting,” tandasnya di hadapan Pimpus, Penyuluh KB/Petugas Lapangan KB dan TPK se kota Samarinda yang hadir via zoom.

Bagaimana tim audit bekerja, secara panjang lebar dipaparkan narasumber dr Yuliani dari BKKBN Kaltim tentang Langkah Audit Kasus Stunting dan sebelumnya materi berjudul Apa Itu Stunting disampaikan dr Herwina Brahmantya.(DON/CHA/KMF-SMD)

Wawali Terima Kunjungan KADIN Kota Samarinda

Berita Sebelumnya

Beri Wejangan Bagi Kader Bantuan Hukum, Wali Kota Doakan GP Ansor Jadi Pioner LBH di Kaltim

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar