890 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS-Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Hero Mardanus Satyawan menyerahkan secara simbolis data warga Samarinda yang beresiko terhadap stunting di 10 Kecamatan  kepada Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang sebelumnya telah dikukuhkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Penyerahan data berlangsung Kamis (12/5/2022) pagi di gedung Balai Kota dalam rangkaian kegiatan apel siaga TPK nusantara bergerak kota Samarinda. 

Nantinya dari data tersebut TPK Samarinda akan langsung bergerak untuk mengawal keluarga berisiko stunting agar bisa mengedukasi dan memberi pemahaman tentang bahaya stunting yang terjadi di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Saya mendukung penuh langkah-langkah startegis ini, dalam mewujudkan percepatan penurunan angka stunting di Samarinda,” kata Hero dalam pidatonya.


Ia menjelaskan, Pemkot melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kota Samarinda mempunyai target dan berkomitmen untuk tahun 2024 angka stunting di kota Tepian bisa turun hingga 11,96 persen. Mengingat tahun 2019 angka stunting di Samarinda sempat mencapai angka 24 persen dan pada tahun 2021 turun menjadi 21 persen.

“Namun bila merujuk pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) batas maksimalnya tidak boleh diatas 20 persen,” ungkap Hero yang mengawali hari pertamanya menjabat sebagai Sekda setelah dilantik Wali Kota Rabu Kemarin.

Oleh itu, ia berharap dengan pendekatan  keluarga dan membentuk tim pendamping setidaknya bisa sebagai upaya memastikan seluruh intervensi dapat menjangkau seluruh keluarga yang mempunyai resiko melahirkan anak Stunting, termasuk bagi Calon Pengantin atau Calon Pasangan Usia Subur (PUS) dapat teridentifikasi.

“Karena tahun 2045 akan menjadi tahun emas bagi negara Indonesia. Maka dibutuhkan generasi emas yang sehat dan berkualitas sumberdaya manusianya. Sehingga persiapan peningkatan kualitas kesehatan sangat dibutuhkan sejak dini,”ujarnya.

Hadir dalam kesempatan pagi itu, Asisten III Sekretariat Kota Samarinda Ali Fitri Noor, Ketua TP PKK Samarinda Rinda Wahyuni Andi Harun serta para pejabat di lingkungan Pemkot Samarinda. 

Selain penyerahkan data warga beresiko stunting, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pembacaan ikrar TPPS oleh para undangan yang berkomitmen penurunan angka stunting pada tahun 2024 bisa menjadi 11 persen. (CHA/ASYA/KMF-SMD)

Rusmadi Bangga Faperta Banyak Lahirkan Pejabat Penting

Berita Sebelumnya

Kunjungi MPP Samarinda, Deputi Kemendagri Terkesima Konsep dan Fasilitas Gedung

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar