1197 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS- Setiap tahunnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) akan memberikan penilaian layak anak bagi kabupaten dan kota di Indonesia. Tahun ini kota tepian masuk sebagai nominasi dalam penilaian Kota Layak Anak (KLA).

Tahun lalu, sebenarnya Samarinda sudah berhasil meraih penghargaan KLA kategori Madya. Sedangkan tahun ini Pemkot kembali menargetkan meraih KLA kategori nindya bahkan utama untuk tingkat nasional.

Pertemuan tindak lanjut hasil verifikasi lapangan kunjungan (VLK) tahun 2022 pun telah dilakukan, Kamis (6/7/2022) tadi oleh Sekretaris Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak, Kementerian Perempuan dan Perlundungan Anak (PPPA) Hendra Jamal. Hasil evaluasi akan disampaikan H-7 sebelum puncak penyerahan Penghargaan KLA 2022  tanggal 23 Juli mendatang.

Kehadiran Deputi Kementrian PPPA ini, langsung disambut Wali Kota Samarinda Dr  H Andi Harun dan Wakil Wali Kota Samarinda Dr H Rusmadi.

Dari hasil Verifikasi Lapangan Sementara, beberapa catatan administrasi dari Kementerian harus dilengkapi Pemkot Samarinda untuk menuju kota layak anak. 

“Tapi dari hasil penilaian verifikasi hari ini jangan dikejar hanya untuk menang lombanya saja, melainkan bagaimana pemerintah bisa menjamin semua anak terpenuhi hak-haknya dan juga terlindungi,” tutur Hendra Jamal.


Dia juga mendorong pemkot Samarinda agar menyelesaikan rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan Anak. Karena menurutnya, perda sangat penting sebagai payung hukum dalam perlindungan anak.

Selain itu dia juga berpesan kepada tim gugus tugas anak untuk intens melakukan  pertemuan dalam tiga bulan sekali agar membahas apa saja yang telah dilakukan OPD di lingkungan Pemkot dalam memenuhi kebutuhan anak di Samarinda.

“Yang penting terget kategori yang dihasilkan nanti bisa naik dan secara bertahap, tidak langsung naik drastis, biar kalau jatuh tidak terlalu sakit, karena mempertahankan itu sebenarnya lebih sulit dari pada meraihnya,” ungkap dia mengingatkan.

Sementara, Wali Kota Andi Harun mengapresiasikan kedatangan Deputi Kementerian PPPA tadi di kota Samarinda untuk melakukan verifikasi lapangan. Pemkot sendiri, jelas Wali Kota berkomitmen untuk melakukan penyempurnaan dan melengkapi atas ketersediaan sarana prasana secara bertahap yang menjadi kebutuhan anak sebagai indikator penilaian.

“Segera akan kita proses sarana prasarana yang masih dianggap kurang termasuk Perda yang kini masih masuk dalam tahap penyusunan. Intinya semua ini kita lakukan bukan sekedar mengejar nominator saja tapi komitmen menjadikan Samarinda sebagai kota berkembang dan menjadi kota layak anak dan cerdas,” tegas Andi Harun.

Senada dengan yang disampaikan Andi Harun tadi, Wakil Wali Kota Samarinda Dr H Rusmadi juga menambahkan jika pemerintah telah menargetkan rancangan Perda bisa selesai akhir tahun 2022. Sehingga awal tahun 2023, Perda yang mendukung kota layak anak sudah bisa disahkan.

Tak itu saja, ia juga memastikan kalau Pemkot telah berusaha memberikan perhatian lebih pada tempat publik yang bisa memahami pentingnya  pembangunan yang berperspektif dengan pelibatan anak agar kebutuhan anak dapat terakomodasi dengan baik.

“Jadi pembangunan di Samarinda juga sudah harus berbasis pada anak, kita harus mengikuti apa yang diinginkan anak sehingga mereka tetap berada di lingkungan yang aman dan nyaman,” ungkap Wawali memungkasi. (CHA/ASYA/KMF-SMR)

Terima Kunjungan Konjen Australia, Wali Kota Bahas Pendidikan Bertaraf Internasional

Berita Sebelumnya

Rela Tiarap Lintasi Kolong Jembatan, Rusmadi Susur Sungai Karang Asam Besar

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar