61 Kali

SAMARINDA. Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengapresiasi kerja jajarannya di Dinas Kesehatan sehingga mampu mencapai target pemberian imunisasi/vaksin Campak dan Rubella (Measles dan Rubella/MR), dimana 95,45 persen dari target 95 persen yang ditetapkan pemerintah sehingga bakal diganjar penghargaan dari Menteri Kesehatan seperti daerah lainnya di tahap pertama.


“Alhamdulillah Samarinda mencapai target dari yang ditetapkan pemerintah, bahkan sebagai apresiasi akan mendapat penghargaan dari Menkes. Tapi, bukan penghargaan yang kami kejar, semoga anak anak kita terbebas dari Campak dan Rubella, apalagi sampai KLB (Kejadian Luar Biasa),” ujar Jaang kepada wartawan.


Jaang menyampaikan terima kasih atas partisipasi semua pihak dalam mendukung Dinas Kesehatan menjalankan program imunisasi MR di kota Samarinda. “Saya pernah juga baca di koran, salah satu organisasi wanita melakukan sosialisasi kampanye vaksin MR. Terima kasih juga kepada organisasi dan LSM lainnya yang ikut partisipasi, termasuk di lingkungan keluarga besar kesehatan,” tutur Jaang.


Kepala Dinas Kesehatan Samarinda drg. Rustam menyebutkan dari angka 95,45 persen itu tercatat sebanyak  210.630 anak yang telah divaksin per 31 Oktober 2018.


“Memang di tahap awal yang diberikan pemerintah, kita belum mencapai target. Alhamdulillah sekarang mencapai target. Dari evaluasi kita, kita melakukan berbagai trik sehingga di 3 bulan terakhir terjadi peningkatan vaksin gratis ini,” ungkap Rustam didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Osa. Osa menyebutkan berdasarkan perilaku warga Samarinda yang golongan atas, mereka merasa risih untuk Posyandu dan Puskesmas. “Jadi kita melibatkan fasilitas kesehatan (Faskes) swasta/klinik, rumah sakit hingga dokter spesialis anak dalam melaksanakan program imunisasi pemerintah. Selama ini vaksin pemerintah fokus utama di Puskesmas dan Posyandu, kita ubah pola itu karena mindset dari warga sendiri,” beber Osa dibenarkan Kasi Surveilans dan Imunisasi dr Nata Siswanto.


Ternyata sebutnya respon masyarakat baik sehingga mampu mengungkit sekitar 39 persen yang melakukan vaksin melalui faskes swasta/dokter keluarga BPJS, rumah sakit dan dokter spesialis.


“Di sini bedanya mereka bayar, namun tidak lebih dari Rp 50 ribu karena vaksinnya gratis dari pemerintah yang didistribusikan kepada mereka non posyandu dan puskesmas,” sebutnya.


Walaupun demikian, beber Osa warga melakukan vaksin melalui Posyandu dan Puskesmas termasuk sekolah sekolah oleh tim Puskesmas sebesar 61 persen.


“Terima kasih atas peran serta masyarakat, dukungan ibu-ibu Posyandu, kader PKK kelurahan, kecanatan dan kota atas dukungan. Juga faskes swasta, rumah sakit, dokter spesialis anak maupun. LSM gencar memberikan pemahaman vaksin MR,” pungkas Osa. (kmf2)


Penulis: Doni

Jaang: Urusan Kondusif, Tiru Bandung

Berita Sebelumnya

“Kembalikan Masa Anak Seperti Dulu” Peringati Hari Anak Internasional dengan OCD

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar