275 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS- Setelah kemaren resmi dibuka Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Dr Ali Fitri Noor, kembali berlanjut dilaksanakan Public Hearing tentang Standar Pelayanan Dasar Wabah Zoonosis dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Kesehatan Hewan.

Public Hearing dilaksanakan di gedung Balai Kota Samarinda, Kamis (28/7/2022) melibatkan jajaran pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. BPBD, Dinas Kesehatan, Bappedalitbang, BPKAD, Diskominfo, bagian Ekonomi, bagian Kesra dan bagian SDA Sekretariat Balaikota. 

Sub Koordinator Kelembagaan dan Sumber Daya Kesehatan Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Drh Baiq Yunita mengatakan setelah kemarin membahas lampiran teknis standar pelayanan minimal (SPM) kesehatan hewan dari 5 jenis penyakit yang diamanahkan dalam Permendagri 101 dan sudah didiskusikan terkait poin-poinnya yang prioritas potensi wabah sebanyak 2 jenis penyakit, yaitu flu burung dan leptospirosis.


“Pada hari kedua ini nanti dr Marta bersama dr Nasuha dari Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI masih memiliki PR 3 penyakit, yakni antraks, bluselosis dan rabies,” ungkap Baiq Yunita yang mengawali pertemuannya sambil mengabsen satu per satu peserta mengingat pentingnya public hearing ini.

Ia mengharapkan dari public hearing ini bisa ada peningkatan inisiatif pemerintah tentang kolaborasi multi sektoral serta ada tambahan ide untuk konsep SPM penyakit hewan lainnya yang berdampak terhadap sosial ekonomi masyarakat umum.

Baiq Yunita mengemukakan pula bahwa akan membuat rekomendasi dari hasil pertemuan yang selanjutnya disampaikan kepada wali kota hingga pimpinan di kementerian Pertanian sendiri.


Senior Technical Zoonosis Prevention and Control FAO,drh Ahmad Ghozali mengawali pertemuan mengatakan Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menunjuk kota Samarinda sebagai pilot project dalam pelayanan dasar terhadap pengendalian wabah zoonosis. 

“Setelah kemaren kita sudah melakukan pembahasan secara konsep, sekarang kita sudah mulai berpikir kalau nanti kita mulai mengerjakan di Samarinda, bagaimana kita memulainya. Inilah yang hari ini kita pikir bersama. Ayo mari kita mulai standart pelayanan minimum di kota Samarinda dalam rangka mencegah, mengendalikan zooonosis penyakit hewan dan konteks sebagai bencana non alam,” ungkapnya.

Adapun Wabah Zoonosis sendiri merupakan penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia ataupun sebaliknya, dimana disebabkan oleh mikroorganisme parasit yang dapat berupa bakteri, virus, jamur, serta parasit seperti protozoa dan cacing.(DON/KMF-SMR)

Sosialisasikan Perwali Tentang Ketentuan Hari dan Jam Kerja, Ali Fitri Berharap Pegawai Disiplin

Berita Sebelumnya

Sugeng Resmi Widyaiswara Ahli Utama Pemprov Kaltim, 30 Tahun Lebih Mengabdi di Pemkot Samarinda

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar