436 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS-Masih rangkaian Pengukuhan dan Pelantikan pengurus Forum Kota Sehat (Forkots) Samarinda periode 2021-2024, upaya mendukung penurunan prevalensi stunting dilakukan Talkshow menyasar mall Samarinda.

Kegiatan yang menyasar kader-kader PKK kelurahan, kader Posyandu, Saka Bakti Husada, aktivis peduli lingkungan dan kesehatan juga para pengunjung mall dan pameran ini dilaksanakan di panggung utama Kaltim Expo 2022 di atrium Bigmall, Kamis (25/8/2022).

“Talk show hari ini salah satu program Forkots Samarinda berkolaborasi, bersinergi dan inovasi untuk memerangi stunting di kota Samarinda seperti apa yang diharapkan Wali Kota bapak Andi Harun dalam arahannya pada pelantikan kemaren,” ungkap ketua umum Forkots Samarinda Hj Rinda Wahyuni Andi Harun.

Rinda yang juga ketua TP PKK Samarinda ini mengatakan dalam talkshow ini pula diantaranya menghadirkan para kader-kader PKK sebagai langkah memerangi stunting melalui peran aktif Posyandu.


“Dua tahun selama pandemi Covid memang posyandu tidak diaktifkan karena social distancing. Oleh karena setelah menurunnya kasus Covid, kita akan Gas Kan Posyandu lagi untuk aktif di masyarakat,” ucap Rinda.

Disinilah Rinda berharap besar lewat Posyandu di garda terdepan bisa mencegah stunting walaupun dalam memerangi stunting bukan hanya PR tenaga kesehatan tapi semua elemen terkait memiliki tanggung jawab bersama.

“Lewat keaktifan Posyandu, harapannya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak termasuk pula dalam memerangi stunting di kota Samarinda,” tegas Rinda yang juga wakil ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kota Samarinda.

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan kota Samarinda yang juga anggota Forkots Samarinda dr Hj Irama Fitamina Majid dalam paparannya menjelaskan Posyandu berperan penting dalam penanganan stunting.

“Ibu hamil pasti ke Posyandu dan habis melahirkan juga ke Posyandu. Kalau Posyandu tidak aktif, kita tidak bisa mendekteksi anak gizi buruk atau anak gizi kurang,” ucap Irama dalam paparannya dalam talkshow yang dipandu Anggota Forkots Hismawati Hasan yang juga Pamong Saka Bakti Husada Samarinda yang kesehariannya menjabat Kepala Instalasi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan RSUD IA Moeis Samarinda.


Irama mengatakan di Samarinda kasus stunting tertinggi di kecamatan Sungai Kunjang, diikuti Palaran dan Loa Janan.

“Karena Posyandu memang tidak aktif waktu pandemi. Dengan kembali akan mengaktifkan Posyandu, harapan kami bu Camat, bu Lurah yang memegang wilayah agar mengajak warganya untuk aktif ke Posyandu,” ucap

Irama dihadapan peseta diantaranya ketua TP PKK kecamatan se kota Samarinda.

Ia mengatakan 1.000 Hari Pertama harus benar-benar dijaga sebagai titik awal deteksi dini karena memang vital dalam mengidentifikasi stunting.

Begitu pula dengan pemateri selanjutnya dari Pengurus Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kaltim yang juga anggota Forkots Samarinda Rahman Putra, AMKL SKM MLing.

Rahman yang berbekal banyak pengalaman ini mengupas tentang STBM dan Stunting.


Rahman sendiri pernah mengikuti kursus Singkat pengelolaan Sumber daya Alam dan Lingkungan di Hawaii, AS, magang di Leibniz Center for Tropical Marine Research, Jerman dan Workshop kepemimpinan, kepemudaan dan Lingkungan di Vietnam, Filipina dan Myanmar.

Dalam closing statmennya Rahman menekankan bicara soal stunting artinya bicara soal kualitas bangsa di masa depan. 

“STBM atau Sanitasi Total Berbasis Masyarakat telah terbukti berkorelasi terhadap prevalensi stunting. Sanitasi dan air bersih adalah hak dasar manusia yang harus dipenuhi,” pungkasnya.

Dalam talk show ini juga berbagi doorprize menarik bagi penanya dan yang bisa menjawab pertanyaan dari narasumber.(DON/KMF-SMR)

Semarakkan HUT RI, PKK Samarinda Gelar Lomba

Berita Sebelumnya

Serah Terima Ambulance Bantuan PT IPC Untuk Bantuas, Wali Kota Harap Bisa Dipergunakan Dengan Baik

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar