1815 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS - Pemerintah Kota Samarinda Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda melaunching Program "DASHAT" (Dapur Sehat Atasi Stunting) di 59 kampung Keluarga Berkualitas yang langsung di buka secara resmi oleh Wakil Walikota Samarinda di Ruang Karang Asam Balaikota Samarinda, Kamis (21/4/2022) pagi.

Diawal acara, I Gusti Ayu Sulistiani, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) kota Samarinda melaporkan, Kampung Keluarga Berkualitas di kota Samarinda sudah dicanangkan sejak tahun 2016 yakni sebanyak 2 kampung KB. Selanjutnya tahun 2017 sebanyak 18 kampung KB, tahun 2018 sebanyak 11 kampung KB dan 2019 sebanyak 28 kampung KB. Hingga saat ini telah menjadi 58 kampung KB.

"Hasil monitoring yang dilakukan secara berkala, ada beberapa kampung KB yang mencapai klasifikasi mandiri dan berkembang. Dengan ini perkembangan Kampung KB di Kota Samarinda berjalan cukup baik. Namun pembinaan terhadap Kampung KB terus dilakukan untuk upaya pencegahan dan percepatan penurunan Stunting di Kota samarinda," ujar ayu.


Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI Dwi Listya Wardani sangat mengapresiasi kota Samarinda karena Kampung Keluarga Berkualitasnya sudah tersebar di seluruh kelurahan. 

"Karena tidak semua kabupaten/Kota menerapkan Kampung KB di semua kelurahan, jadi hanya beberapa saja. Jadi kota Samarinda sangat istimewa." ucapnya. "Kami dari BKKBN Pusat selalu mengevaluasi keberadaan Kampung KB setiap saat, karena untuk pelaporannya dilakukan secara on line. Jadi setiap aktifitas yang dilakukan setiap hari  biasa terlihat apa saja yang dilakukan di kampung KB." 

"Semoga dengan adanya "DASHAT" dapat menurunkan angka Stunting di kota Samarinda," harap Dwi Listya Wardani.

Sedang Wakil Wali Kota Samarinda Dr. H. Rusmadi dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya Program Dapur sehat Atasi Stunting (DASHAT) ini Pemerintah Kota Samarinda akan terus bersemangat mengatasi persoalan Stunting  agar anak-anak Samarinda kedepannya menjadi generasi yang sehat, cerdas dan berakhlak mulia.

"Anak-anak tidak mungkin bisa tumbuh dan berkembang dengan baik kalau  tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup."terang Rusmadi.


Program Dashat ini, menurut dia tidak hanya untuk sosialisasi/penyuluhan tetapi dilakukan secara terpadu. Karena potensi angka Stunting ini berada di kelompok dimasyarakat yang kurang mampu, sehingga upaya kemandirian ekonomi  bagi keluarga perlu untuk mendapatkan perhatian yang sangat serius dari pemerintah Kota.

Rusmadi juga mengatakan bahwa gotong-royong menjadi kunci untuk program dashat ini. Kota Samarinda mulai terbangun oleh program Pro Bebaya yang dalam rangka prakarsa dan membangun partisipasi masyarakat.

"Dan semoga dengan program ini juga kita dapat menurunkan angka Stunting di kota Samarinda." pungkasnya. (Eko/asya/kmf-smd).

Atasi Antrian Solar di SPBU, Pemkot akan Keluarkan Surat Pembatasan Pengisian BBM

Berita Sebelumnya

Diskominfo Gelar Rakor Social Security Number, Bentuk Komitmen Cegah Penyalahgunaan Dana Bantuan

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar