79 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS - Menindaklanjuti persoalan kompleks pemakaman korban Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Jalan Serayu, Kelurahan Tanah Merah, Samarinda Utara yang semakin terancam penuh, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda langsung mengumpulkan seluruh camat untuk mengadakan rapat siaga terkait penguburan dan pemulasaraan di Ruang Rapat Wali Kota, Senin (19/7/2021) sore.

Asisten I Tejo Sutarnoto bersama Asisten II Nina Endang Rahayu dalam rapat koordinasi bersama para camat itu mengatakan ketersediaan lahan semakin sempit hingga menyisakan 100-150 lahan saat ini. Sementara intensitas korban positif Covid-19 yang meninggal dunia setiap harinya mencapai 15-20 orang. Sehingga membuat lahan pemakaman khusus Covid-19 ini menjadi kritis. Karena itu, terbuka peluang ke depan untuk memakamkan para pasien korban Covid-19 di pemakaman umum yang ada di setiap kelurahan.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, dr Osa Rafshodia mengatakan akan ada pelatihan pemulasaraan di setiap kecamatan. 

"Saya akan berkordinasi dengan kecamatan untuk memerintahkan setiap warga kelurahan bisa ikut pelatihan pemulasaraan jenazah Covid-19. Hari Rabu (21/7/2021) nanti kami akan adakan di Kecamatan Samarinda Ulu dan Kecamatan Loa Janan Ilir yang akan bergabung dengan Kecamatan Samarinda Seberang. Kemudian akan disusul kecamatan-kecamatan lainnya di minggu berikutnya. Kemungkinan 10 kecamatan akan rampung pelatihannya minggu depan," terang dr Osa. 

Selain lahan pemakaman yang terancam penuh, Pemkot juga berpikir keras akibat melonjaknya kasus positif Covid-19 saat ini. Pemkot akan menjadikan Puskesmas di setiap kecamatan sebagai fasilitas monitor untuk pasien isolasi mandiri yang berada di rumah. 

"Kita sudah menambah fasilitas alat telekomunikasi beserta nomor yang sudah terkonfirmasi ke Dinkes untuk Puskesmas di setiap kecamatan agar memudahkan berhubungan antara pasien yang ingin konsultasi, pemeriksaan, dan rujukan rumah sakit. Juga untuk berkomunikasi buat melaporkan data terkini ke Dinkes," ujar dr Osa. 

Selain alat telekomunikasi, Dinkes juga akan mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap bagi para petugas pemulasaraan yang sudah menjalani pelatihan dan mendapat SK Wali Kota. Juga peti jenazah bagi para jenazah terkonfirmasi Covid-19. (HIR/HER/KMF-SMD)


Dengarkan Arahan Mendagri, Pesan untuk Aparat Penertiban PPKM Lebih Santun Tapi Tegas

Berita Sebelumnya

Bunda PAUD Samarinda Siap Ramaikan Lomba Membacakan Buku Anak Tingkat Nasional

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar