2124 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS- Bentuk komitmen Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun dalam memerangi stunting di kota Samarinda melalui Posyandu lewat program Gebyar Posyandu dengan Tagline “Gas Kan” atau Gerakan Ayo Masyarakat Rajin ke Posyandu.

Gerakan yang diinisiasi Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) kota Samarinda melalui Pokja IV ini telah dilaunching Andi Harun di atrium Bigmall, Kamis (25/8/2022).

Tak hanya melaunching, secara spontan Andi Harun dalam sambutannya menantang Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat agar segera membuat program terkait pelatihan kader Posyandu untuk menambah wawasan para kader dalam mencegah stunting.

“Saya berharap Forum Kota Sehat, PKK, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, supaya di akhir tahun ini ada kegiatan bermanfaat dengan melaksanakan pelatihan kader posyandu untuk menambah kemampuan dan wawasan mereka dalam memerangi stunting. Ayo Dinsos segera dibuatkan program dan usulkan ke Bappeda di anggaran perubahan tahun ini. Cepat dibuat segera,” perintah Andi Harun yang juga ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kota Samarinda.

Andi Harun mengaku sangat senang dengan pergerakan PKK di kota Samarinda.


“Terima kasih Camat, Lurah-Lurah yang tak berhenti, tak pernah lelah menyambut arahan pak Presiden agar kita berperan dalam penurunan stunting di kota Samarinda, yang secara tak langsung juga Kaltim dan Indonesia. Harapan saya juga dukungan dari BKKBN Provinsi Kaltim tidak hanya di Samarinda tapi juga se Kaltim dalam memerangi stunting,” ucap Andi Harun.

Seperti disampaikan ketua TP PKK kota Samarinda, lanjut Andi Harun supaya keroyokan sehingga pekerjaan berat menjadi ringan.

“Jangan pernah tidak melibatkan kolaborasi TNI-Polri, Baznas, LPM dan RT juga lembaga maupun organisasi lainnya. Mudahan juga dengan dana Pro Bebaya di RT-RT semakin bisa menggerakkan berbagai langkah dalam menurunkan stunting,” pesannya.

Kembali ke Posyandu, Andi Harun mengajak untuk terus bergerak dan bersama-sama meningkatkan partisipasi masyarakat dan menumbuhkan kesadaran agar rajin ke Posyandu.


Ia mengatakan pemerintah terus menggalakkan upaya untuk menurunkan prevalensi angka stunting di Samarinda, karena sejalan dengan implementasi Peraturan Presiden no 72 tahun 2021.

“Saya berharap Posyandu dan tenaga kesehatan menjadi garda terdepan serta jangan lupa berkolaborasi dan bersinergi dengan yang lainnya,” katanya.

Ia menegaskan upaya penanggulangan dan pencegahan stunting ini harus dilakukan secara komprehensif dan bersinergi, agar tujuan baik dapat berjalan maksimal dan tercapai.

Sebelumnya ketua TP PKK kota Samarinda Hj Rinda Wahyuni Andi Harun dalam sambutannya menyampaikan Gebyar Posyandu upaya untuk membangunkan kembali Posyandu yang mati suri karena Pandemi Covid-19.

“Selain itu juga merupakan respon PKK kota atas keinginan bapak Wali Kota untuk merevitalisasi Posyandu,” imbuh Rinda yang juga ketua umum Forum Kota Sehat (Forkots) Samarinda.


Ia mengatakan program Gebyar Posyandu ini akan dilaksanakan di 10 kecamatan dan 59 kelurahan, dengan kegiatan mulai dari penimbangan bayi, pemberian makanan tambahan sampai pelaksanaan penyuluhan gizi di Posyandu.

“Harapannya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak termasuk pula dalam memerangi stunting di kota Samarinda,” tegas Rinda yang juga wakil ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kota Samarinda.

Dalam kesempatan itu diserahkan pula sepasang timbangan digital dan alat ukur tinggi badan kepada 10 kecamatan.

Seusai melaunching, Andi Harun bersama rombongan meninjau Posyandu Mobile dan bermain bersama bayi dan balita.

Hadir pula kepala Perwakilan BKKBN provinsi Kaltim Sunarto, perwakilan TP PKK provinsi Kaltim, ketua Komisi IV DPRD Samarinda dr H Sri Puji Astuti, perwakilan Polresta dan Kodim, kepala OPD terkait, serta para kader PKK dan Posyandu.(DON/KMF-SMR)


Membayar Pajak Sekarang Mudah Bisa Non Tunai

Berita Sebelumnya

Kukuhkan Pengurus PPWK, Wawali Pesan Terus Kobarkan Semangat NKRI

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar