255 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS – Meningkatnya korban Covid-19 yang berguguran di setiap daerah membuat Pemerintah Republik Indonesia meningkatkan keamanan yang sebelumnya menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat menjadi PPKM Level IV mencakup wilayah Jawa-Bali. Kebijakan tersebut ditandatangani langsung Mendagri, Tito Karnavian pada tanggal 20 Juli 2021, dan berlaku dari tanggal 21-25 Juli 2021.

Mengantisipasi akan kelonjakan pasien dan korban meninggal yang diakibatkan Covid-19 membuat Komandan Korem 091 Aji Surya Natakesuma (ASN) Kaltim, Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro mengumpulkan para Komandan Kodim, Pemerintah Kota dan Kabupaten se Kaltim untuk membahas penerapan PPKM Level IV di wilayah Kalimantan Timur.

Pertemuan yang diselenggarakan secara daring melalui video conference tersebut, Danrem menekankan kepada para pimpinan pemerintah daerah agar memperketat Posko penyekatan dan tetap memberlakukan jam malam.

“Saya himbau kepada para tim-tim penyekatan yang berada di setiap daerah, agar memperketat arus keluar masuknya masyarakat dari atau ke daerah tersebut, pembatasan jam malam di pukul 21.00 pun masih tetap dilaksanakan,” ucap Cahyo.


Adapun kebijakan penerapan PPKM Level 4 Kaltim diantaranya meniadakan kegiatan pembatasan kegiatan pasar kebutuhan bahan pokok yang beroperasi maksimal pada pukul 15.00, makan/minum di tempat, hanya menerima dilevery/take way, tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah, fasilitas umum akan ditutup sementara, kegiatan seni/budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan akan ditutup sementara, serta pembatasan transportasi umum dengan kapasitas maksimal 70%.

Dalam pertemuan daring tersebut Pemkot Samarinda dihadiri Walikota Samarinda, Dr. H Andi Harun, Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf Oni Kristiyono Goendong, dan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, serta jajaran Forkopimda yang diadakan di Command Centre, Diskominfo Kota Samarinda Minggu (25/07/2021).

Dalam kesempatan pertemuan daring tersebut, Wali Kota Samarinda mengharapkan seluruh Wali Kota maupun Bupati berkumpul.

“Covid-19 ini masalah kita bersama, dan Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kota Bontang, serta Kabupaten/Kota lain tersebut ibarat anak-anak yang dipimpin oleh Gubernur. Selama Covid ini kita tidak pernah dikumpulkan dan dipertemukan untuk bicara bareng, musyawarah dengan bapak Gubernur. Kita mengharap perhatiannya agar provinsi lebih tau keluh kesah daerahnya,” ujar Andi Harun. (HIR/DON/KMF-SMD)


Tegaskan Restoran Wajib Take Away, Minta Polisi Telusuri Kelangkaan Oksigen

Berita Sebelumnya

Temui Gubernur, Andi Harun Laporkan Cash Flow Rumah Sakit Lagi “Sesak Nafas” Butuh Dana Talangan

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar