1666 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS - Aktivitas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) hingga saat ini masih terus terjadi di negeri ini. Tidak terkecuali di kota Samarinda. Salah satu upaya mewujudkan Samarinda bebas BABS atau Open Defecation Free (ODF) dan juga percepatan capaian indikator dalam penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di kota Samarinda, Forum Kota Sehat (Forkots) Samarinda menyusuri sungai Karang Mumus (SKM).

Kegiatan yang dipimpin ketua Forkots Samarinda Hj Rinda Wahyuni Andi Harun, Sabtu (23/7/2022) itu diikuti 5 Camat, kepala BPBD Samarinda Suwarso, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan serta beberapa anggota Forkots.

“Pantauan kami, masih cukup banyak jamban terapung maupun toilet warga tapi yang membuangnya ke sungai. Ada yang menggunakan closed dengan pipa, ada juga yang menggunakan closed tanpa pipa sehingga langsung membuang ke sungai. Bahkan ada pula yang tanpa closed dan pipa, tinjanya langsung jatuh ke sungai,” ungkap Rinda.

Tentunya setelah ini lanjut Rinda mereka akan melakukan rapat di Forkots dan selanjutnya rapat dengan OPD teknis. “Tentunya kami sangat mengharapkan dukungan dari Pak Wali. Dokumen yang kami dapat hari ini, akan kami laporkan ke Pak Wali,” tegas Rinda.


Rinda mengemukakan pula selalu banyaknya pipa-pipa pembuangan kotoran tinja warga dan juga jamban mengapung, masih banyak dijumpainya sampah-sampah yang menumpuk di bawah kolong rumah.

“Seperti kami lihat ada kursi-kursi bekas, bantal, kasur, ada juga mesin cuci dua tabung yang dibuang di bawah kolong. Ini sangat kita sayangkan. Alhamdulillah hari ini air surut, sehingga kita bisa melihat langsung kondisi-kondisi di bawah kolong rumah-rumah di pinggiran sungai. Akibatnya, begitu air pasang sampah-sampah di kolong akan mengapung,” bebernya.

Oleh karena itu ia mengharapkan kesadaran masyarakat karena walaupun pemerintah setiap hari membersihkan atau bergotong royong, tidak akan membuat bersih kota ini maupun sungai tanpa adanya kesadaran dari masyarakat.

“Ayo kita sama-sama menjaga kota kita, sungai kita. Menjadi kota yang sehat dan airnya bisa dibanggakan. Kita lihat sendiri tadi warga membersihkan kedelai di pinggir sungai, rasa miris melihatnya. Padahal tadi ada yang MCK. Ada yang membersihkan sayuran. Sangat tidak layak sekali. Ayo dari sekarang, habitnya (Kebiasaan, red) kembali ke hidup sehat,” pesan isteri wali kota Samarinda ini.


Ia juga mengajak warga untuk mendukung program stop BABS yang telah dideklarasikan beberapa tahun lalu. “Jangan ada lagi kebiasaan untuk BABS di jamban atau warga yang memiliki toilet tapi pembuangannya di sungai. Jangan ada lagi. Boleh kita tetap bangun toilet di dalam rumah, tapi pembuangannya jangan di sungai seperti saat ini banyak sekali pipa-pipa tinja yang diarahkan ke sungai,” ungkap Rinda.

Sebesar apapun dilakukan pemerintah bersama stakeholder lainnya menurut Rinda akan sia-sia jika tanpa adanya kesadaran masyarakat. “Bukannya kita pesimis. Kita optimis asal didukung masyarakat yang ada di pinggiran sungai. Kalau bukan kita dari sekarang siapa lagi, demi anak cucu kita nantinya,” pungkas Rinda.(DON/KMF-SMR)

Hadiri HAN 2022 Melalui Daring, Wawali Ucap Pemkot Akan Menyusul

Berita Sebelumnya

Samarinda Kembali Peroleh Predikat Madya Dalam Penghargaan Kota Layak Anak

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar