323 Kali

SAMARINDA. Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda menggelar diskusi online #dirumahaja dengan narasumber dr Osa Rafshodia selaku Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Dinkes Samarinda dan Koordinator Panggilan Darurat 112 Suparmin.

 

Obrolan ringan membahas "Covid-19 Memasuki Fase Lanjut di Kota Samarinda" ini ternyata menyedot perhatian para natizen yang menyaksikan siaran langsung lewat kanal Instagram Samarinda Siaga 112 dan Facebook 112 Pemkot Samarinda, Rabu (29/4) malam.

 

Tak sedikit pertanyaan warganet disampaikan  moderator pada malam itu yang dibawakan Kabid TIK Diskominfo, Idfi Septiani untuk dijawab kedua narasumber tadi. Sebagai pembuka diskusi malam itu, dr Osa begitu ia disapa menyampaikan, jika kondisi Samarinda saat ini memamg memasuki fase penyebaran pandemi Covid-19.

 

Tak bosan-bosannya ia kembali mengingatkan kepada masyarakat agar patuh menjalankan anjuran Pemerintah mulai dari stay di rumah aja, menggunakan masker, menjaga jarak, hingga selalu mencuci tangan menggunakan sabun setelah berpergian atau setelah beraktifitas.

 

“Karena dalam 2 minggu terakhir ini jumlah pasien PDP baru terus meningkat dan rata-rata tanpa gejala seperti batuk dan demam. Jadi patut waspada,” lontar dia.

 

Sementara, Suparmin sendiri menambahkan kendati Covid-19 di Kota Samarinda memasuki fase lanjut, tetapi laporan yang masuk mengenai Covid-19 di 112 menurun.

 

“Hari ini saja laporan yang masuk ke operator hanya bertambah 69 laporan,” aku dia.

 

"Ada 2 kemungkinan, pertama bisa saja pengaruh penutupan akses bandara dan pelabuhan, sehingga mengurangi ruang gerak warga dari luar daerah. Atau kemungkinan kedua, kesadaran warga sudah mulai berkurang untuk melapor ke 112,” ujar Parmin yang juga Kepala Bidang Aplikasi dan E-Gov Diskominfo Samarinda ini.

 

Sementara, terkait pertanyaan netizen mengenai sudah wajibkah Samarinda memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melihat fase lanjut yang kini tengah dihadapi Kota Tepian, Osa mengatakan sebenarnya menerapkan PSBB juga belum tentu maksimal jika tidak dilakukan sepenuhnya oleh masyarakat.

 

“Percuma saja kalau kita terapkan PSBB tapi warganya tidak patuh untuk menjalankan, padahal untuk melakukan ini banyak sektor yang dikorbankan. Jadi sebenarnya dengan selalu menjaga kesehatan seperti selalu menggunakan masker, cuci tangan dan selalu di rumah jika tidak ada kegiatan penting sudah banyak membantu untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelasnya.

 

Sedangkan, terkait mulai ramainya aktivitas komunitas sepeda di Samarinda, ditambahkan Parmin juga menuai sorotan dari warga. Tak jarang operator 112 jelas dia menerima laporan dari warga terhadap aksi komunitas sepeda tadi berkumpul di satu titik agar ditindak lanjuti di masa pandemi virus seperti saat ini. 

 

“Contoh malam ini saja kami mendapat laporan dari warga yang menelpon ke 112 menyampaikan akan ada aksi kumpul-kumpul di Taman Samarendah yang dilakukan teman-teman komunitas sepeda. Otomatis laporan tadi langsung kami teruskan ke Polres dan langsung ditindak lanjuti oleh Polsek Samarinda Kota,” kata Parmin. (KMF4)

 

Penulis: Ahmad Haidir —Editor: Doni



Dibuka Jokowi, Walikota Samarinda Ikuti Musrenbangnas Secara Virtual

Berita Sebelumnya

Terima Bantuan 100 Baju APD dan 1.500 Masker Dari Sektor Industri, Jaang Tegaskan Belum Perlu PSBB

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar