154 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS-Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun beberkan strategi pemerintah dalam menjalankan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 ditengah meningkatnya kurva  epidemi Covid 19 di kota Tepian.

Ketika berdialog bersama mahasiwa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) secara virtual, Sabtu (31/7/2021) sore, AH begitu Andi Harun ini disapa menjawab secara terperinci pertanyaaan dari ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMKT Muhammad Naufal mengenai kondisi kota dan langkah pemerintah menyikapi penerapan PPKM level 4 di Samarinda.

Dimana jelas Wali Kota, Kemendagri menentukan kota Tepian untuk memberlakukan PPKM level 4 bukan tanpa sebab.

“Karena tiga indikator yang menentukan Samarinda harus melakukan PPKM level 4 terpenuhi, mulai dari kasus ketersediaan tempat tidur di rumah sakit yang mulai terbatas diatas 86 persen, kasus mingguan dan pasien dalam perawatan cukup tinggi, begitu pun yang meninggal dunia bisa mencapai puluhan orang setiap harinya hingga Mendagri mengategorikan Kota Samarinda perlu melakukan pengetatan aktifitas masyarakat yang sebelumnya mikro harus naik menjadi level 4,” urai Andi Harun.

Meskipun kondisi tadi sangat berat bagi semua pihak, tapi bukan berarti pemerintah tinggal diam. Mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim ini menjelaskan jika pihaknya sudah mempersiapkan berbagai strategi dengan memanggil 11 manajemen rumah sakit pemerintah dan swasta agar bisa menambah ketersediaan ranjang dan ruang inap. 

Serta menyediakan pusat karantina (Puskar) pada 5 puskesmas yang bisa merawat pasien Covid 19 gejala ringan dengan ketersedian tempat tidur sebanyak 238 ranjang.

“Hingga kini ada sebanyak 208 pasien yang sudah dirawat dan tersebar di 5 puskar milik pemerintah,” tuturnya.

Ia berharap, dengan penurunan kasus terkonfirmasi dan meninggal dunia setiap harinya, maka Samarinda pada tanggal 2 Agustus mendatang bisa lepas dari status PPKM level 4. 

“Karena berdasarkan data dinas kesehatan per kemarin kasus terkonfirmasi harian sudah mulai menurun diangka 128 pasien sebelumnya bisa mencapai 200 orang, sedangkan yang meninggal dunia 6 orang, biasanya bisa tembus diangka 20 orang,” aku Wali Kota.

Oleh itu jika nanti sudah masuk ke fase relaksasi maka kegiatan perekonomian dan pembelajaran tatap muka di sekolah bisa beraktifitas kembali. Pemkot sendiri lanjutnya sudah merancang sekolah yang bisa melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) pada 71 sekolah tangguh di Samarinda. 

Dimana sekolah ini sebenarnya menurut dia sudah dirancang jauh-jauh hari sebagai sekolah percontohan untuk penerapan PTM sesuai standar disiplin protokol kesehatan Covid 19 dengan persetujuan orang tua.

Begitu juga dengan aktivitas ekonomi, walaupun di level 4 tapi Pemkot masih memberikan kelonggaran pada pelaku usaha rumah makan dengan bisa melakukan makan di tempat diatur lewat pembatasan waktu serta menyiapkan pasar tangguh Covid 19 pada 5 lokasi pasar tradisional.

“Walaupun harus diakui pertumbuhan ekonomi di Kota Samarinda saat ini minus diangka 1,19 persen tapi pemerintah terus berjuang untuk mencari jalan agar bisa memperkuat lini disemua sektor, kendati  disatu sisi kita juga harus memastikan penanggulangan kesehatan harus tetap berjalan,” ungkapnya.

Wali Kota Samarinda ini berpesan dikondisi sekarang ia meminta agar masyarakat tidak panik, karena pemerintah akan berusaha hadir untuk membantu warga yang terdampak, mulai dari mendistribusikan obat-obatan serta sembako dari sumbangan pemotongan tunjangan dana pegawai hingga menyediakan fasilitas kesehatan yang representatif untuk pasien terkonfirmasi.

“Media juga sudah saya minta bekerjasama untuk tidak memberitakan yang membuat warga panik, karena kasus harian kita mulai menurun itu yang harus disampaikan ke masyarakat,” sebutnya. (CHA/DON/KMF-SMD)


Tinjau Vaksinasi Massal, Wali Kota Berharap Bisa Tekan Kasus Covid-19

Berita Sebelumnya

Serius Bangun Pasar Dayak, Wali Kota Pastikan Tahun Depan Mulai Pembangunan Fisik

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar