86 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Samarinda menggelar rapat sinkronisasi program dan data terkait jumlah penderita HIV (human immunodeficiency virus) dan AIDS di kota Tepian.

Dipimpin Asisten II Sekretariat Kota Samarinda drg Nina Endang Rahayu, rapat berlangsung Kamis (08/07/2021) pagi, di gedung Balai Kota.

Menurut Nina, epidemi kasus HIV dan AIDS di Samarinda mulai muncul sejak tahun 1997 dan sampai saat ini masih berlangsung. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Samarinda ia merincikan, jika jumlah pengidap HIV dan AIDS secara kumulatif sampai dengan bulan Desember 2019 berjumlah 4.242 orang dan yang meninggal tercatat ada sebanyak 415 orang.

“Penemuan kasus baru HIV dan AIDS pada tahun 2019 ini tercatat ada sebanyak 515 orang yang terkonfirmasi positif dan tersebar di semua puskesmas. Kalau dihitung rata-rata setiap bulannya kurang lebih sebanyak 45 kasus orang yang terjangkit HIV dan AIDS,”kata Nina yang juga menjabat sebagai Sekretaris KPA Samarinda ini.


Oleh itu, ia berharap melalui rapat sinkronisasi program dan data tadi setidaknya Pemkot bisa melihat proses penanganan masalah HIV dan AIDS di Samarinda. “Khususnya penangan mulai dari hulu sebagai langkah preventif dan hilir dengan tindakan kuratif untuk penyembuhan pasien yang terpapar,” kata Nina.

Persiapan yang dilakukan saat ini tambah dia tak jauh seperti langkah yang dilakukan pada tahun sebelumnya, yakni menggelar rapat koordinasi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, sosialisasi dengan kelompok-kelompok masyarakat serta peningkatan kapasitas stake holder dan kelompok tertentu. 


Sebenarnya sambung dia, pada tahun 2020 sempat direncanakan untuk menggelar workshop menuju percepatan eliminasi HIV dan AIDS dengan goal  Three Zero, yaitu Zero Kasus Baru, Zero Kematian Karena HIV, dan Zero Stigma dan Diskriminasi terhadap penderita HIV pada tahun 2030 yang akan datang.

“Walaupun saat ini kita berada di kondisi Covid-19, diharapkan HIV  juga jangan dilupakan karena biar bagaimana pun masih banyak warga yang terkonfirmasi dan ini sangat merisaukan masyarakat di kota Samarinda, terlebih cara penularan nya juga sudah memasuki kawasan rumah tangga, jadi kita harus jaga supaya keluarga terdekat bisa terhindar dari virus HIV,” kata mantan Kepala Dinas Kesehatan kota Samarinda ini.

Hadir dalam rapat pertemuan pagi itu juga Kepala Badan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BP2KB) Samarinda Nurul Mu'minayati.  (VIN/CHA/KMF-SMD)


Tegakkan PPKM Mikro, Pelanggar Prokes Diberi Hukuman Fisik

Berita Sebelumnya

Cerdas Bermedia Sosial, Wali Kota Ajak Hindari Postingan Mengandung Unsur Kebencian

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar