303 Kali

SAMARINDA. Seorang biarawati yang meninggal di RS Dirgahayu Samarinda, Kalimantan Timur yang sempat ramai di media dan medsos diduga akibat Covid-19 ternyata hasilnya dinyatakan negatif.

 

“Hasil rapid tes dan swab tes, keduanya negatif. Jadi tidak benar kalau dikatakan covid-19,” ucap Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih kepada wartawan, Selasa (7/4).

 

Apalagi ditambahkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Samarinda dr Osa Rafshodia, biarawati bernama Maria Roseline (60) yang meninggal pada Minggu (5/4) sore tersebut bukan ditangani di rumah sakit rujukan Covid-19.

 

“Rumah Sakit Dirgahayu bukan rujukan rumah sakit Pemerintah untuk menangani kasus Covid-19. Sampai sekarang rumah sakit yang menjadi rujukan adalah RS AW Sjahranie, sehingga semua kasus PDP akan dirujuk dan dirawat di rumah sakit tersebut,” jelas Osa.

 

Ia menjelaskan, biarawati tersebut berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) karena memiliki riwayat perjalanan dari wilayah terjangkit, yakni Jakarta. Petugas kesehatan juga telah melakukan swab terhadap biarawati tersebut.

 

"Kami sudah lakukan tes dan hasilnya negatif. Memang saat dilakukan pemakaman, sesuai prosedur kesehatan penanganan jenazah, maka petugas menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap," terangnya.

 

Karena ia berstatus ODP, Dinas Kesehatan Kota Samarinda meminta hasil tes swab Suster Maria diproses cepat. Menurutnya, jika untuk biasanya memakan waktu 6-7 hari.

 

"Kemarin Senin (6/4) sore, hasil dari Laboratorium Kesehatan sudah keluar dan negatif. Hasilnya cepat karena kita minta prioritas. Karena kita minta prioritas, sehingga hasil lab yang dikirim Minggu sore, Senin sudah ada hasil. Bahkan waktu awal-awal wabah hasil tes bisa selesai 1x24 jam. Tapi sekarang tidak bisa cepat, kecuali kita minta prioritas,” imbuhnya.

 

Ismed berharap kabar tentang Suster Maria terinfeksi virus Corona terklarifikasi.

 

“Jadi tidak benar jika yang bersangkutan dikatakan terinfeksi Covid-19, karena hasil 2 kali tes negatif. Jadi diharapkan bantuan rekan media untuk melakukan klarifikasi terkait berita yang beredar," ucap Ismed.

 

Sebelumnya, beredar video di media sosial tentang kematian seorang biarawati yang diduga terinfeksi Corona. Dalam video itu, terlihat petugas medis di RS Dirgahayu menggunakan APD lengkap. Bahkan petugas langsung menyemprot semua petugas medis yang baru saja menangani pasien dengan cairan desinfektan. (KMF2)

 

Penulis: Doni —Editor: Redaksi

Kantongi Surat Karantina, Tiga Warga dari Balikpapan Disuruh Kembali

Berita Sebelumnya

Musrenbang Samarinda 2020 Digelar Secara Video Teleconference

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar