157 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Kesehatan menggelar pertemuan untuk membahas kesiapan fasilitas rumah sakit dalam mengantisipasi peningkatan jumlah pasien Covid -19 (Coronavirus Disease 2019) di kota Samarinda.

Pertemuan bersama Kepala Cabang BPJS Samarinda serta unsur perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dan Rumah Sakit Umum Daerah  dan swasta se kota Samarinda ini berlangsung di gedung Balai Kota, Rabu (30/6/2021) pagi.

Kepala Dinas Kesehatan kota Samarinda, dr Ismid Kusasih mengatakan jika pertemuan pagi itu sangat penting karena melihat perkembangan pandemi Covid-19  nasional terlebih di Kota Samarinda sendiri, dimana menurut dia dalam beberapa minggu terakhir mengalami peningkatan yang cukup luar biasa.

“Kalau dilihat dari geogafisnya kota Samarinda sangat rentan dengan lonjakan pendemi Covid 19, karena kota kita ini dikelilingi oleh kota-kota besar seperti Kota Balikpapan, Kukar dan kota Bontang,”ujar Ismid.


Oleh itu ia mengingatkan akan kesiapan fasilitas di rumah sakit, karena walau bagaimanapun rumah sakit adalah proses terakhir yang menjadi rujukan untuk mencegah resiko kematian.

Pemerintah kota Samarinda sendiri sambung dia, berencana untuk menambahan Puskesmas Pusat  Karantina (Puskar) terutama pada daerah yang berada di luar lingkar kota. Seperti sebut dia, di Kelurahan Makroman dan Puskar di Sei Siring. Maksudnya, agar pasien Covid sebelum dirujuk ke rumah sakit setidaknya bisa mendapat penanganan terlebih dahulu di Puskar yang dimiliki Pemkot.

“Kebetulan Puskar yang kita miliki saat ini dapat menampung pasien Covid dengan tingkat kondisi pasien dengan penyakit ringan dan sedang. Saya juga mengapresiasi kepada rumah sakit daerah maupun swasta yang telah memaksimalkan pelayanan dalam mengantisipasi lonjakan pasien Covid 19,”tuturnya.

Meskipun ia tetap berharap persiapan yang sudah dilakukan oleh Pemerintah tadi kalau bisa tidak terpakai dalam artian kondisi pasien Covid 19 di Samarinda tidak separah kota besar lainnya seperti Jakarta dan Jawa. (EKO/CHA/KMF-SMD)


17 Kapal Senilai Rp 94 Miliar Kasus Korupsi PT ASABRI akan Dilelang Terbuka, Diikuti 18 Peserta

Berita Sebelumnya

Jadi Pembicara Webinar Nasional, Wawali Paparkan Potensi dan Strategi Pengembangan

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar