42 Kali

SAMARINDA – Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, Dr H Rusmadi menjadi bintang tamu dalam acara tayang perdana Poscast yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul), Jumat (16/7) sore. Acara bertajuk ‘Kepatuhan Warga dan Kemajuan Kota Samarinda Yang Berperadaban’ ini diselenggarakan di Studio Podcast Fakultas Hukum Unmul. Podcast yang dipandu Dekan Fakultas Hukum Unmul Dr Mahendra Putra Kurnia berdurasi 56 menit itu membahas seputar pengalaman Rusmadi mulai dari menjadi dosen, hingga sekarang menjadi orang nomor dua di Kota Samarinda kini.

“Apa bedanya saat menjadi dosen di Unmul dengan saat duduk di pemerintahan sekarang,” kata Mahendra membuka pertanyaan.

Rusmadi lantas menceritakan pengalaman panjangnya semenjak menjadi dosen di Fakultas Pertanian pada 1970, lantas berkarier di pucuk pimpinan birokrasi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, hingga  sekarang mengemban amanat sebagai Wawali Samarinda.

“Kalau kita di kampus kan lebih banyak teorinya. Tetapi justru dengan tugas sekarang ini, bagaimana kita pelajari real dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Wawali.


Mahendra kemudian kembali menanyakan bagaimana mengaplikasikan ilmu pertanian di dunia pemerintahan. Terutama menghubungkan antara keduanya.

Menurut Rusmadi, mengaplikasikan nilai kehidupan bermasyarakat dalam pemerintahan maupun menjadi dosen pertanian itu sama saja, yakni menggunakan sentuhan. 

“Nah, ini kadang-kadang kita lupa yang namanya pertanian itu kan kuncinya hati. Kalau tanaman itu tidak kita persiapkan dengan baik lahannya, kemudian bibitnya tidak bagus, ya hasilnya tidak bagus juga. Kalaupun bibitnya bagus, tapi tidak kita pelihara dengan baik, tidak disiram, tidak dipupuk, ya tidak mungkin menghasilkan buah yang segar. Artinya nilai-nilai kehidupan bermasyarakat dalam pemerintahan itu, yang penting itu sentuhan. Mungkin itu kira-kira yang saya dapat selama belajar di kampus,” terang Rusmadi.

Mengakhiri Podcast, Rusmadi menyampaikan bahwa pemerintah hadir dan terus memberikan manfaat serta memberikan perubahan.

“Bagi saya mungkin yang penting niat. Artinya kita terjun di mana pun, baik di dunia kampus maupun dunia pemerintahan, yang penting bahwa kita hadir itu terus memberikan manfaat dan memberikan perubahan. Kalau misalnya hadir kemudian tidak memberikan perubahan terhadap masalah kota kita misalnya seperti  yang saya lakukan sekarang, ya tentu saya bukan siapa-siapa dan tidak memberikan manfaat. Hidup itu di mana saja, harus bisa memberikan manfaat,” ulasnya bijak. (FAN/HER/KMF-SMD)


Pimpin Rapat Integrasi KLHS dengan RTRW, Wali Kota Seriusi Penyerahan Fasum Pengembang Perumahan

Berita Sebelumnya

Tinjau RSUD IA Moeis, Wali Kota Pastikan Penanganan Pasien Sangat Baik

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar