87 Kali

SAMARINDA. Sempat melampaui target perolehan laba pada triwulan pertama, namun pandemi Covid-19 memberi dampak terhadap kinerja PD BPR Samarinda dengan penurunan di segala aspek. Hal ini terungkap pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi Perusda BPR Samarinda yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin yang dilakukan secara video conference di tempat kerja masing -masing, Selasa (16/06).

 

Menurut Direktur Utama PD BPR Samarinda, Desy Noviyanti laporan triwulan pertama, Maret 2020  sebelum pandemi Covid-19 BPR masih mengalami peningkatan terutama dari sisi laba.

 

"Dari target Rp 337 juta, kami bisa mencapai sebesar Rp 512 juta. Berbeda dengan bulan Mei, kami otomatis mengalami penurunan di seluruh aspek, dari sisi aset, penempatan pada bank lain, kredit dan dana pihak ketiga semua mengalami penurunan," ucap Desy.

 

Selain itu sebutnya, BPR Samarinda juga melakukan relaksasi kredit terhadap debitur-debitur yang terdampak Covid-19.

 

“Hingga hari ini (Selasa, 16 Juni) kita sudah merelaksasi sekitar 28 debitur yang terdampak dengan baki debet atau total kreditnya mencapai sekitar Rp 3,1 Milyar,” katanya.

 

Dia juga melaporkan di triwulan pertama ini sudah selesai audit oleh kantor akuntan publik untuk tahun 2019 dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), wajar dalam semua hal yang material. Untuk 2019 dikatakan Desy memang mengalami peningkatan dari sisi aset meningkat sebesar 7,6 persen dari tahun sebelumnya dan untuk penempatan pada bank lain mengalami penurunan.

 

"Penempatan pada bank lain ini merupakan tabungan kami BPR yang ada pada bank umum. Mengapa penempatan pada bank lain ini mengalami penurunan, ini berbanding dengan kredit yang kami berikan, pada tahun 2019 meningkat dibandingkan 2018, sehingga dananya terpakai untuk memberikan kredit," jelas Desy.

 

Untuk aset lanjut Desy juga mengalami peningkatan walaupun tidak terlalu signifikan. Menurutnya hal ini dikarenakan tahun 2019 BPR melakukan renovasi gedung untuk pusat dan pembelian kendaraan untuk mobilisasi karyawan.

 

"Dari sisi passiva, untuk tabungan dari pihak ketiga itu mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebesar 16,7 persen. Hal ini membuktikan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat Samarinda kepada BPR semakin meningkat. Ini terbukti dengan mereka mempercayakan dananya kepada kami, sehingga aset untuk tahun 2019 mengalami peningkatan," kata Desy.

 

Sebelumnya Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin selaku pimpinan rapat mengatakan rapat ini merupakan rapat triwulan, permasalahan yang ada agar bisa segera diselesaikan. Apabila menemukan kesulitan agar ditampung terlebih dahulu.

 

"Permasalahan yang ada kita selesaikan disini (vidcon). Namun apabila ada ditemukan kesulitan, maka kita himpun menjadi notulen untuk disampaikan kepada Walikota agar nanti bisa menjadi kebijakan," tutur Sugeng.

 

Yang jelas lanjut Sugeng, BPR mempunyai peranan penting di Kota Samarinda terlebih di masa pandemi ini pun diharapkan kontribusinya.

 

“Harapan Pak Wali BPR bisa terus mensupport UMKM di masa pandemi Covid-19,” tegas Sugeng.

 

Hadir pula dalam rapat evaluasi tersebut Asisten II Nina Endang Rahayu, Kepala Inspektorat Mas Andi Suprianto, Kabag Hukum Eko Suprayitno. (fer/don/kmf-smd)



Walikota Samarinda Pantau Langsung Swab Test Massal di PDAM

Berita Sebelumnya

Fase Relaksasi Tahap Kedua, Wahana Kolam Pemandian Nanti Dulu

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar