2507 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS - Jamuan makan malam Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun bagi Rektor Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar Sulawesi Selatan dan rombongan, menjadi ajang temu kangen dan nostalgia para alumni yang hadir pula di momentum tersebut.

Bukan hanya wali kota Samarinda, turut bergabung pula para alumni lainnya yang berada di Samarinda, bahkan ada pula yang dari Kutai Timur, Kutai Kartanegara ikut hadir dalam malam silaturahmi di Warkop Bagios, Samarinda, Selasa (7/6/2022).

Wali Kota Samarinda sebagai alumni UPRI merasa bahagia dan terharu bisa bersilaturahmi dengan rektor dan rombongan dari kampusnya menimba ilmu sewaktu di Makassar. Dimana sebelum jamuan makan malam terlebih dahulu siangnya dilakukan pertemuan dengan Pemkot Samarinda yang langsung dipimpin wali kota dalam rangka pengembangan UPRI.

Andi Harun pun bernostalgia dan berbagi pengalaman baik cerita di masa berkuliah, sebagai aktivis 98 hingga suka duka di karier politik.


“Waktu gerakan reformasi Mei 98, saya juga bagian dari aktivis 98. Sempat ditahan di Polda Metrojaya Jakarta namun tak lama akhirnya keluar. Waktu gerakan tutup mulut sempat dihantam pakai senjata. Inilah resiko perjuangan reformasi,” kisah mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim dua periode ini.

Andi Harun juga menyampaikan beberapa teman pergerakannya aktivis 98 diantaranya Andi Arief dan Andi Malarangeng.

“Saya jadi caleg dan menjadi anggota DPRD Kaltim yang pertama kali modalnya tidak sampai Rp 3 juta. Alhamdulillah jadi. Saya hanya pasang 1 baleho besar di simpang Lembuswana dan saya tulis ini satu-satunya baleho saya,” ucap Andi Harun sambil tertawa berkelakar.

Tak hanya itu, lanjutnya ketika pelantikan jas yang dipakai juga tidak serasi, beda sama celana.

“Perjuangan berat dan tentunya juga karena Allah hingga akhirnya menjadi anggota DPRD. Waktu itu saya di dapil neraka Samarinda. Bukannya maju untuk kota, tapi langsung bertarung untuk Provinsi. Di Samarinda ini, calegnya ketua-ketua partai, pemilik modal, kuat lawan. Tapi Alhamdulillah jadi juga, dengan modal tidak habis Rp 3 juta,” kisahnya lagi.

Andi Harun mengaku memang lama menjadi aktivis di berbagai organisasi, bahkan sejak kelas 2 SMP sudah menjadi ketua organisasi.


“Bahkan waktu mau nikah, saya ajukan syarat jangan larang saya aktif,” imbuh Andi Harun yang tadi malam memakai kaos hitam berkerah dan celana jeans.

Tentunya apa yang diraih dengan kesuksesannya di karir politik yang sempat menjadi wakil ketua DPRD Kaltim dua periode, menjadi ketua partai hingga sekarang wali kota Samarinda, diantaranya tempatnya menimba ilmu dan berorganisasi.

“Kampus kita ini melahirkan banyak tokoh petarung-petarung, teknokrat hebat dan mari kita terus jaga dan lestarikan. Kampus ini adalah kampus berkarakter dan pernah menjadi kampus swasta paling hebat di Sulawesi Selatan diantara semua kampus lain. Mari kita membangun kampus yang berkelas,” ucap Andi Harun lagi.

Untuk itu, Andi Harun mengajak para alumni agar bisa bersama-sama melakukan yang terbaik menjadikan kampus yang berkelas saat ini dengan melihat prestasi-prestasi yang pernah dicapai.

“Insya Allah nanti saya juga akan berkunjung ke kampus,” ungkap Andi Harun.

Tak hanya Andi Harun, malam silaturahmi juga diwarnai dengan berbagai nostalgia dan keberhasilan para alumni yang disampaikan diatas panggung secara bergantian dan perwakilan. (DON/ASYA/KMF-SMD)

Dengar Laporan Warga, Andi Harun Langsung Tinjau Lapangan

Berita Sebelumnya

Wali Kota Dukung Pendirian Ma'had untuk Calon Mahasiswa Al-Azhar

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar