311 Kali

SAMARINDA. Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun hadir sebagai pemateri dalam diskusi publik garapan Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Samarinda.

 

Diskusi berlangsung Rabu (5/5/2021) di Warkop Bagios Jalan Basuki Rahmat.

 

Sore itu wali kota berbicara upaya Pemkot Samarinda yang tengah berusaha melakukan pemulihan pasca pandemi Covid-19.

 

Ia mengatakan pemulihan ini terutama di bidang ekonomi menjadi perhatian utama di masa kepemimpinannya. Terlebih, Samarinda sebagai wilayah penopang Ibu Kota Negara (IKN) diharapkan mampu menjadi pusat perekonomian untuk kawasan Indonesia Tengah.

 

"Insya Allah Samarinda menjadi pusat manufaktur dan pengembangan energi nasional. Oleh sebab itu, semua elemen harus bergerak menyambut IKN," terangnya kepada peserta diskusi.

 

Terlebih, sektor pembangunan Kota Tepian pun tengah mengalami turbulensi serius. Seperti merosotnya nilai APBD dibandingkan tahun sebelumnya, serta pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat.

 

"Pertumbuhan ekonomi kita pun saat ini minus 2 persen. Pemerintah sudah mulai membuka restoran dan pasar secara perlahan, agar ekonomi kembali lancar. Karena penanganan Covid-19 tidak kalah serius. Insya Allah dalam satu tahun perekonomian bisa pulih," ujar mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim ini.

 

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti menilai pandemi pun mempengaruhi kebiasaan hidup. Dari segi pendidikan, pemerintah saat ini tengah mencoba membuka kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah, setelah setahun lebih murid melakukan belajar daring.

 

"Di sisi lain, masalah infrastruktur, sarana-prasarana dan SDM sekolah harus jadi perhatian pemerintah. Bahkan masih ada beberapa daerah yang blank spot, terutama daerah pinggiran. Sehingga murid harus belajar ke rumah guru," kata Puji.

 

Terpisah, Abdul Muis selaku Ketua Badan Koordinasi (Badko) HMI Kaltim-Kaltara menyebutkan Pemkot Samarinda harus lebih proaktif dalam melindungi dan mengelola lingkungan. Terlebih, pencemaran lingkungan sering terjadi, baik akibat aktivitas penambangan maupun limbah.

 

Tak hanya itu, dirinya juga mendorong agar pemerintah juga melirik potensi Sungai Mahakam. Yang jika bisa dikelola dengan baik, mampu mendatangkan tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta peluang ekonomi lainnya.

 

"Dalam diskusi sebelumnya pun kami telah mendorong Pemprov Kaltim agar dapat memanfaatkan potensi Sungai Mahakam. Baik dari sisi pengelolaan maupun ekonomi," pungkasnya.(CHA/DON/KMF-SMD)

 

Bersama Kurangi Dampak Pandemi, Yatim dan Dhuafa Dibantu Sembako

Berita Sebelumnya

Pimpin Apel Ketupat Mahakam, Wali Kota Minta Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar